AksaraKaltim – Satu rumah di RT 3, Kampung Tubaan, Kecamatan Tabalar, Kabupaten Berau menjadi arang. Kejadian ini bermula ketika, warga melihat kepulan asap hitam, di rumah milik Jhon (48), pada Selasa (9/12) sekira pukul 09.20 Wita.
Menurut Kapolsek Tabalar, AKP Suradi mengatakan, informasi di lapangan, warga berupaya melakukan pemadaman dengan alat seadanya, hingga datang mobil Damkar Tabalar.
Bahan bangunan dari kayu, membuat api cepat membesar. “Satu rumah saja,” katanya melansir Berau Post.
Di dalam rumah milik Jhon, terdapat mertuanya. Warga yang mengetahui hal tersebut, berupaya menerobos api untuk evakuasi. Pada saat kejadian, ditambahkan Suradi, hanya ada satu orang di TKP.
“Tidak ada korban jiwa. Kerugian ditaksir ratusan juta,” ucapnya.
“Sekitar 15 menit setelah pemadaman dimulai, api berhasil kami jinakkan,” ujar Kapolsek.
Dari keterangan mertua korban, sebelum kejadian ia sempat mengisi daya handphone dan menyalakan alkon air di dalam rumah.
Tak lama kemudian, ia mendengar suara letupan kecil yang awalnya dikira suara cucunya. Saat keluar dari kamar, ia terkejut melihat kobaran api sudah memenuhi ruang tamu.
“Panik, ia kembali ke kamar untuk mengambil tas sebelum akhirnya menyelamatkan diri turun melalui tangga,” tutur Suradi.
Meski tidak ada korban jiwa, kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 100 juta. Rumah berukuran 5 x 12 meter tersebut hangus di sebagian besar bagiannya.
AKP Suradi menambahkan, dugaan sementara kebakaran dipicu oleh korsleting listrik atau kerusakan pada komponen alkon maupun charger handphone.
“Untuk kepastian penyebab kebakaran, kami masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut,” pungkasnya.






