AksaraKaltim – Tren digitalisasi keuangan di Kalimantan Timur terus menunjukkan grafik positif. Hingga November 2025 jumlah pengguna Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Benua Etam tercatat mencapai 841,6 ribu pengguna. Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di angka 832,6 ribu pengguna.
Kenaikan ini juga diikuti oleh sisi merchant. Pada periode yang sama, jumlah merchant yang mengadopsi QRIS mencapai 780,6 ribu, meningkat signifikan dari bulan sebelumnya yang sebanyak 763,1 ribu merchant.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kalimantan Timur, Budi Widihartanto, mengungkapkan bahwa sepanjang November 2025, transaksi QRIS mencatatkan nominal yang fantastis.
Namun, di sisi lain, volume transaksi Sistem Pembayaran Non-Tunai secara umum mengalami kontraksi sebesar 20,6% (yoy), lebih dalam dibandingkan kontraksi bulan sebelumnya.
“Terkait peredaran uang tunai, Kaltim mencatatkan posisi net outflow sebesar Rp491,2 miliar,” terangnya
Sektor perbankan di Kaltim juga menunjukkan dinamika yang menarik pada November 2025. Dimana Pertumbuhan Kredit tumbuh sebesar 3,90% (yoy), ditopang oleh kuatnya penyaluran kredit konsumsi dan investasi, meskipun kredit modal kerja mengalami kontraksi.
Perumbuhan kredit Kaltim didukung oleh stabilitas sistem keuangan yang terjaga sebagaimana diindikasikan oleh tingkat Non-Performing Loan (NPL) sebesar 1,70%.
Sementara itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) Kaltim pada November 2025 tercatat masih mengalami kontraksi sebesar 6,74% (yoy), disebabkan utamanya oleh penurunan giro dan deposito masing-masing sebesar 16,08% (yoy) dan 11,50%






