Pasar Saham Indonesia Tertekan, IHSG Anjlok dan Asing Ramai-Ramai Jual Saham

IHSG terseret 11,57 persen ke 5.185 pada perdagangan Jumat (16/10) sore. Indeks dibuka di level 5.393,92, turun 469,86 poin atau 8,01 persen dari penutupan kemarin 5.863,78, dan sempat terkena trading halt. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko)

AksaraKaltim – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 5.057 pada akhir Oktober 2026. Indeks terkoreksi 16,7 persen secara bulanan atau month-to-month (mtm), setelah pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait reklasifikasi pasar Indonesia.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi mengatakan tekanan tersebut turut mendorong aksi jual bersih (net sell) investor asing di pasar saham domestik yang mencapai Rp16,88 triliun.

“Masih terjadinya pengumuman MSCI atas reklasifikasi turut pengaruhi dinamika pasar modal, IHSG ditutup di 5.057 per akhir Oktober terkoreksi 16,7 persen mtm dengan net sell investor asing Rp16,88 triliun,” ujar Hasan dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (5/11/2026).

BACA JUGA:  Ini Tiga Raja Debt Collector Indonesia yang Dikenal Publik

Hasan mengatakan perkembangan pasar modal Indonesia masih dibayangi tekanan cukup tinggi.

Kendati demikian, aktivitas pasar tetap berjalan baik, tercermin dari korporasi yang masih memanfaatkan pasar modal sebagai sumber penghimpunan dana dan pertumbuhan basis investor domestik.

Di tengah koreksi IHSG, aktivitas perdagangan saham masih terjaga. Rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) pada Oktober 2026 tercatat sebesar Rp16,31 triliun, meningkat dibandingkan September 2026 yang sebesar Rp14,94 triliun.

Dengan demikian, RNTH sepanjang tahun berjalan atau year-to-date (ytd) mencapai Rp20,34 triliun. Sementara itu, bid-ask spread tercatat terjaga di level 1,52 persen pada Oktober 2026.

Dari sisi investor, jumlah investor pasar modal bertambah 1,38 juta secara bulanan menjadi 33 juta investor. Jumlah tersebut tumbuh 64,75 persen secara ytd, sejalan dengan inisiatif pendalaman pasar dan penguatan ekosistem digital di industri pasar modal.

BACA JUGA:  BI Kaltim Hadirkan Kas Keliling di 8 Titik, Sediakan Rp4,8 Triliun untuk Nataru 2025-2026

Sementara itu, di pasar Surat Berharga Negara (SBN), investor asing justru mencatatkan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp9,55 triliun secara bulanan.

Dari sisi penghimpunan dana, nilai penawaran umum di pasar modal mencapai Rp209,77 triliun. OJK mencatat masih terdapat 26 penawaran umum dalam pipeline dengan nilai Rp24,46 triliun.

Hasan mengatakan realisasi penawaran umum hingga akhir tahun akan dipengaruhi dinamika pasar, minat investor, serta pertimbangan momentum. Adapun dana yang dihimpun melalui securities crowdfunding (SCF) per 29 Oktober 2026 tercatat sebesar Rp2,09 triliun.

Di segmen pasar obligasi, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) pada Oktober 2026 berada di level 431,5 atau termoderasi secara bulanan. Sementara itu, nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana per 30 Oktober 2026 tercatat sebesar Rp620,14 triliun, turun 2,66 persen secara bulanan.

BACA JUGA:  Investasi Kaltim Tembus Peringkat Enam Nasional

Pada produk investasi baru, sejak peluncuran exchange traded fund (ETF) emas pada 10 Agustus 2026 hingga 30 Oktober 2026, tercatat tujuh produk ETF emas dengan total dana kelolaan Rp110,26 miliar.

Adapun bursa karbon mencatat 60 pengguna jasa dengan volume transaksi mencapai 1,98 juta ton setara karbon dioksida (CO2e). Akumulasi nilai transaksinya tercatat sebesar Rp94,2 miliar.

“OJK akan terus mencermati perkembangan pasar dan mendorong pemanfaatan pasar modal sebagai sumber pembiayaan dengan kualitas keterbukaan informasi,” tutupnya.

(CNNIndonesia.com)

Deprecated: htmlspecialchars(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /home/u311674831/domains/aksarakaltim.id/public_html/wp-includes/formatting.php on line 4731