Bupati Kutim Sebut Satu Perusahaan Segera Beroperasi di KEK Maloy

AksaraKaltim – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman mengatakan satu perusahaan akan masuk dan beroperasi di Kawasan Ekonomi Khusus Maloy. Perusahaan berencana memulai operasi tahun depan.

Hal itu disampaikan saat membuka Rapat Pimpinan (RAPIM) wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kalimatan Timur/Utara (Kaltimtara) Tahun 2023 yang dihadiri sejumlah daerah.

Dalam rapat itu, Ardiansyah menyinggung dua proyek strategis yaitu Pelabuhan Keyamukan dan Pelabuhan Maloy.

BACA JUGA:  Wakil Bupati Kutim Senang Isran Noor Kembali Nahkodai Perhiptani

“Tidak kalah penting adalah kita punya dua infrastruktur yang sangat megah belum beroperasi yaitu pelabuhan Keyamukan dan Pelabuhan Maloy, Insya Allah tahun depan untuk Pelabuhan Maloy kawasan industri sudah ada 1 perusahaan yang masuk dan siap untuk beroperasi, aturannya masih terus dilakukan,” ujar Ardiansyah.

Untuk Pelabuhan Kenyamukan, Ardiansyah menyebut infrastruktur jalan sedang dikerjakan, mudah-mudahan tahun depan sudah selesai. Ia berharap pembangunan dua pelabuhan tersebut dapat beroperasi sebelum masa jabatannya sebagai kepala daerah berakhir.

BACA JUGA:  Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang Bagikan 670 Paket Daging Kurban

“Harus selesai 2024 karena ini adalah salah satu daya dukung peningkatan ekonomi kerakyatan masyarakat, Kabupaten Kutai Timur, jadi menata sistem kepegawaian, mengatasi tim keuangan, menata pembangunan infrastruktur dan lain-lain,” ucapnya.

Menyelesaikan persoalan ini, menurut dia, menjadi makna sederhana dari wujud visi menata Kutai Timur sejahtera untuk semua. Belum lagi kalau berbicara tentang ekonomi kerakyatan melalui program-program yang ada.

BACA JUGA:  Hadiri Pelepasan Siswa MTs Insan Cendikia Sangatta, Wabup Kutim Beri Motivasi Pendidikan

“Saudara sekalian selamat mengadakan RAPIM, kolaborasi itu yang saya garis bawahi semua pihak kami PMI dan lain-lain yang tidak ada kata yang terbaik bagi pemuda sebagaimana Sumpah Pemuda yang dulu dikumandangkan sebagai motor penggerak bangsa Indonesia untuk bersatu,” papar Ardiansyah. (Adv)