Dewan Bontang Sayangkan Banyak Lapak Kosong di Pasar Tamrin, Rustam: Berimbas ke PAD

AksaraKaltim – Banyaknya lapak pedagang yang kosong di Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin) Bontang dinilai berpengaruh ke Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam pun menyayangkan kondisi tersebut. Menurutnya, hal ini sudah pasti berimbas pada menurunnya PAD yang diperoleh Bontang dari sektor retribusi pasar. Sehingga tidak selaras dengan besarnya beban biaya pemeliharaan bangunan gedung, listrik, air dan lainnya.

BACA JUGA:  Dukung Pembangunan Pabrik Soda Ash, Rustam Minta Prioritaskan Pekerja Lokal

“Imbasnya pasti sudah ke PAD, belum lagi ada petugas kebersihan yang juga harus digaji,” kata dia.

Rustam pun mengimbau kepada pedagang yang memiliki lapak di Pasar Tamrin agar kembali berjualan di lapak yang telah disediakan di pasar induk Bontang tersebut.

Sementara, bagi pedagang yang berjualan di luar pasar pemerintah tidak bisa berbuat banyak. Karena lokasi tempat mereka berjualan merupakan rumah pribadi. Terkecuali penjual menjajakan dagangannya di atas trotoar.

BACA JUGA:  Ketua DPRD Bontang: Momen HUT RI ke-80, Mari Lanjutkan Pembangunan Bersama

“Kalau Pasar Rawa Indah ramai, PAD yang dihasilkan juga untuk membangun Bontang,” jelas dia.

Sementara itu, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar dari Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kota Bontang, Nurfaidah mengatakan saat ini terdapat 800 lapak dan kios yang kosong di Pasar Tamrin, dari total 1.370 lapak yang tersedia.

BACA JUGA:  Ketua DPRD Bontang Dorong Pemerintah Gali Potensi PAD Lewat Retribusi

“Untuk retribusi mulai dari Rp2 ribu – Rp8 ribu per bulannya. Iya cukup besar (penurunan PAD). Kalau biaya pemeliharaan itu langsung dinas yang urus,” diakhirinya.