AksaraKaltim – Pelajar yang kedapatan nongkrong di waktu Wajib Belajar akan mendapatkan pembinaan untuk meningkatkan literasi.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Saparudin mengatakan sampai sekarang sosialisasi Program Wajib Belajar masih berlangsung.
Diketahui, sosialisasi program sudah dilakukan di 15 kelurahan yang ada di Bontang. Di mana Disdikbud Bontang menggandeng Satpol PP dan instansi terkait lainnya untuk melakukan razia terhadap pelajar.
Bagi pelajar yang kedapatan nongkrong di waktu Wajib Belajar, maka diberikan pemahaman mengenai program prioritas Neni-Agus Harus.
Diketahui, pada program itu pelajar wajib belajar pukul 19.00 sampai 21.00 Wita.
“Sosialisasi akan berlangsung sampai 100 hari kerja (kepemimpinan Neni-Agus Haris),” bebernya, Selasa (13/5/2025).
Disinggung mengenai pembinaan atau sanksi bagi pelajar yang melanggar kedepannya. Saparudin menjelaskan, pelajar akan mendapatkan pembinaan berupa peningkatan literasi. Mulai dari menghafal Al-Quran bagi yang Muslim, menulis membaca dan hal lainnya.
Tidak menutup kemungkinan hingga pencabutan beasiswa apabila program beasiswa dari pemerintah sudah berjalan nantinya.
“Hal seperti itu jauh lebih efektif untuk meningkatkan literasi pelajar kedepannya. Selain itu orang tuanya juga akan dipanggil. Pihak sekolah juga akan dibina,” jelasnya.






