AksaraKaltim – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim mengawal realisasi penutupan lubang bekas tambang batu bara yang berpotensi membahayakan pengguna jalan di jalur poros Samarinda ke Sanga Sanga-Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara.
“Pemerintah melalui Dinas ESDM akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk memastikan kewajiban reklamasi dilaksanakan sesuai ketentuan demi keselamatan publik,” kata Kepala Dinas ESDM Kaltim Bambang Arwanto di Samarinda, Kamis.
Dinas ESDM Kaltim bersama Inspektur Tambang merespons aduan masyarakat dengan melakukan inspeksi mendadak ke lokasi lubang tambang jalur poros Samarinda-Sanga Sanga-Muara Jawa.
Bambang mengungkapkan bahwa tim di lapangan telah memverifikasi status lubang tersebut berada dalam konsesi IUP Operasi Produksi CV Prima Bumi seluas 248,40 hektare.
Dinas ESDM Kaltim menemukan fakta administratif bahwa Izin Usaha Pertambangan (IUP) perusahaan tersebut sebenarnya telah berakhir masa berlakunya sejak tanggal 20 Desember 2023.
Kendati izin telah kedaluwarsa, pemerintah daerah menegaskan bahwa kewajiban perusahaan untuk melakukan reklamasi dan pasca-tambang tidak serta-merta gugur.
“Kami mendesak perusahaan untuk segera memulihkan fungsi lingkungan guna menjamin keselamatan masyarakat yang melintas di area tersebut,” ungkap Bambang melansir Antara.
Intervensi langsung dari Dinas ESDM Kaltim akhirnya berhasil mendesak pihak perusahaan untuk menyatakan komitmennya menutup lubang bekas galian itu sesegera mungkin.
Dinas ESDM juga menginstruksikan manajemen perusahaan untuk segera membangun pagar pengaman berbahan seng di sekeliling lubang sebagai langkah mitigasi kecelakaan tahap awal.
Langkah pengawasan ini merupakan implementasi kewenangan pembinaan sektor energi yang dimandatkan pemerintah pusat kepada daerah sesuai Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020.
“Kami pastikan tidak akan melonggarkan pengawasan hingga seluruh tahapan penutupan lubang dan pemulihan lahan diselesaikan secara tuntas oleh pihak penanggung jawab,” tegas Bambang.






