AksaraKaltim – Seluruh mahasiswa asal Kalimantan Timur (Kaltim) dipastikan mendapatkan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Awalnya bantuan UKT hanya berlaku bagi mahasiswa semester awal. Namun di tahun 2026, mahasiswa yang berada ditingkat lanjutan juga bakal mendapatkan bantuan tersebut selama memenuhi syarat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi (Pemprov), Kaltim Sri Wahyuni mengatakan perluasan cakupan Gratispol merupakan hasil evaluasi kebijakan pendidikan yang telah dijalankan pada tahun sebelumnya
Pemprov Kaltim terus memperkuat komitmennya dalam menjamin akses pendidikan tinggi bagi masyarakat. Melalui APBD 2026,
dipastikan sektor pendidikan tetap menjadi prioritas, salah satunya dengan memperluas Program Gratis Pembiayaan Uang Kuliah (Gratispol) bagi mahasiswa asal Kalimantan Timur.
Kebijakan ini sejalan dengan visi Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Pendidikan tinggi dipandang sebagai investasi penting untuk menyiapkan generasi muda Kaltim yang kompeten, berdaya saing dan siap menghadapi tantangan masa depan.
“Pada tahun 2026, seluruh mahasiswa Kalimantan Timur yang memenuhi syarat akan mendapatkan pembiayaan UKT. Berbeda dengan tahun 2025 yang hanya diperuntukkan bagi mahasiswa semester baru,” ujar Sri Wahyuni beberapa waktu lalu dilansir dari website resmi Pemprov Kaltim.
Menurutnya, kebijakan ini dirancang agar faktor ekonomi tidak menjadi penghambat bagi mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan tinggi. Dengan adanya pembiayaan UKT dari pemerintah daerah, mahasiswa diharapkan dapat lebih fokus pada proses belajar dan pengembangan kapasitas diri.
Lebih lanjut, Sri menegaskan bahwa program Gratispol juga menjadi bagian dari kesiapan Kalimantan Timur dalam menyongsong peran strategis sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), yang membutuhkan sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing tinggi.
Pemprov Kaltim akan terus memperkuat koordinasi dengan perguruan tinggi dan pemangku kepentingan terkait guna memastikan pelaksanaan Gratispol berjalan tepat sasaran, akuntabel, dan berkelanjutan.
Melalui perluasan Program Gratispol, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan keberpihakannya pada peningkatan kualitas pendidikan dan penguatan generasi muda sebagai motor penggerak pembangunan daerah.






