AksaraKaltim – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud mengatakan telah melaporkan langsung kepada Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terkait kerusakan ruas jalan nasional yang tersebar di sejumlah titik di wilayah Kaltim.
“Soal kondisi jalan nasional, tadi langsung saya sampaikan secara mendalam kepada Pak Menko saat berada di mobil,” kata Rudy Mas’ud usai menyambut kedatangan Menko AHY di VIP Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, Senin, melansir Antara.
Sejumlah jalan nasional di Kaltim yang mengalami kerusakan di antaranya jalur Kutai Barat-Samarinda yang mengalami kerusakan hampir merata di sepanjang jalur tersebut, dengan kondisi lubang yang sangat dalam mencapai 50–60 sentimeter (cm). Bahkan, pada awal Januari 2026, Rudy Mas’ud sudah mendesak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) untuk segera bertindak karena jalur tersebut nyaris lumpuh.
Selanjutnya jalur Kutai Barat-Mahakam Ulu yang menjadi akses satu-satunya mengalami kerusakan parah dan menghambat distribusi logistik. Pemprov Kaltim telah mengalokasikan dana sekitar Rp90 miliar untuk membantu perbaikan jalur itu, yang ditargetkan tuntas pada 2026.
Infrastruktur baru Jalan Tol IKN khususnya segmen Karangjoang dan Seksi 3A2 yang mengalami kerusakan berupa penurunan struktur atau pergeseran tanah akibat cuaca ekstrem dan hujan deras pada awal Januari 2026. BBPJN menargetkan perbaikan tuntas sebelum mudik Lebaran 2026.
Lalu ada pula Jalur Sangatta-Bengalon, titik itu masih menjadi perhatian karena adanya kerusakan di kawasan crossing tambang yang hampir memutus jalan.
Menurut Rudy, Menko AHY menanggapi laporan itu dengan mengatakan berkomitmen penuh untuk mengawal proses perbaikan dan pembangunan infrastruktur jalan nasional di Kaltim.
“Beliau berjanji akan mengawal pembangunan infrastruktur jalan-jalan nasional kita hingga tuntas,” kata Rudy.
Selain jalur nasional, Rudy juga menyoroti urgensi perbaikan ruas jalan Sotek–Bongan yang memiliki peran vital sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Meski saat ini statusnya masih nonnasional namun, menurut dia, Pemprov Kaltim mengambil langkah inisiatif dengan mengalokasikan dana APBD untuk perbaikan awal.
“Jalan Sotek–Bongan statusnya masih non-nasional. Kami akan rapikan dulu menggunakan anggaran daerah, baru kemudian diusulkan statusnya menjadi jalan nasional karena ini jalur akses utama menuju IKN,” katanya, menjelaskan.
Jalur Sotek–Bongan diproyeksikan menjadi urat nadi baru yang memangkas waktu tempuh serta memperlancar distribusi logistik, BBM, dan mobilitas warga dari Balikpapan dan Penajam Paser Utara menuju Kutai Barat hingga Mahakam Ulu.
Agenda kunjungan Menko AHY di Balikpapan juga dijadwalkan untuk mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam peresmian Proyek Strategis Nasional (PSN) Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan pada Senin siang.






