AksaraKaltim – Kecelakaan air kembali terjadi di perairan Kabupaten Berau. Seorang warga Kampung Pegat Batumbuk, Kecamatan Pulau Derawan, ditemukan meninggal dunia setelah perahu yang ditumpanginya terbalik di sekitar perairan Kampung Sukan, Senin (12/1).
Melansir Berau Post, peristiwa tragis tersebut dibenarkan Kepala Kampung Sukan Tengah, Bunyamin. Ia menyampaikan, korban bernama Muhammad Tang (MT) yang sebelumnya sempat dinyatakan hilang usai insiden perahu terbalik.
“Korban atas nama Muhammad Tang. Sekarang (kemarin sore, red) sudah ditemukan oleh warga dalam kondisi meninggal dunia. Jenazahnya sudah dievakuasi,” ujar Bunyamin saat dikonfirmasi awak media.
Bunyamin menjelaskan, peristiwa tersebut terungkap setelah warga menemukan istri korban dalam kondisi selamat, berpegangan pada pohon nipah tak jauh dari Kampung Sukan, sekitar pukul 09.00 Wita. Saat itu, istri korban terlihat meminta pertolongan kepada masyarakat sekitar.
“Setelah diselamatkan warga, istri korban mengaku bahwa dirinya bersama suaminya mengalami kecelakaan perahu. Perahu mereka terbalik setelah menabrak pohon nipah saat hendak menuju Tanjung Redeb,” paparnya.
Dalam kejadian tersebut, sang istri berhasil menyelamatkan diri dengan berpegangan pada pohon nipah, sementara korban dinyatakan hilang dan kemudian ditemukan meninggal dunia tidak lama setelah pencarian dilakukan warga setempat.
Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi dan dibawa ke Kampung Pegat Batumbuk sesuai permintaan pihak keluarga.
“Istri korban meminta jenazah langsung dibawa ke kampung,” imbuh Bunyamin.
Insiden tersebut juga dibenarkan Kapolsek Sambaliung, AKP Ridwan Lubis. Ia mengatakan, setelah menerima laporan, personel kepolisian langsung menuju ke lokasi kejadian.
“Personel sudah kami turunkan ke TKP. Informasi awal yang kami terima korban sudah berhasil dievakuasi oleh masyarakat dalam kondisi meninggal dunia,” ujarnya.
AKP Ridwan menambahkan, hingga saat ini pihaknya masih mengumpulkan keterangan lebih lanjut terkait kronologi kejadian.
Pihak keluarga korban pun menolak dilakukan autopsi dan memilih agar jenazah segera dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.
“Keluarga korban tidak bersedia dilakukan autopsi dan langsung membawa jenazah ke kediamannya untuk proses pemakaman,” pungkasnya.






