Mengenal Sapi Simmental, Milik Peternak Bontang yang Dipilih Presiden RI untuk Hewan Kurban

AksaraKaltim – Presiden RI Prabowo Subianto memilih sapi jenis Simmental milik peternak lokal sebagai hewan kurban yang akan dibagikan ke warga Bontang.

Diketahui, sapi ras Simmental berasal dari daerah Simme di Lembah Simme, Berner Oberland, Swiss. Sapi ini dinamakan Simmental karena pertama kali dikembangkan di daerah tersebut.

Melasir dari berbagai sumber, sapi Simmental memiliki ciri khas dengan tubuh besar, warna bulu cokelat kemerahan dengan pola putih di wajah, dan kaki yang kokoh.

Bobot sapi jantan dewasa bisa mencapai 1.150 kg, sementara betinanya bisa mencapai 800 kg. Simmental memiliki tubuh yang lebih berotot dan kurang memiliki punuk yang menonjol.

Sementara untuk warna bulu sapi Simmental umumnya adalah cokelat kemerahan atau merah bata. Pada bagian kepala (mulai dari dahi hingga bawah mata), kaki (hingga lutut), dan ujung ekor berwarna putih.

BACA JUGA:  Marak Penyakit LSD, Sapi Asal Pulau Jawa Belum Boleh Masuk Bontang

Sapi Simmental juga sering memiliki pigmen di sekitar mata untuk melindungi mata dari paparan sinar matahari.

Salah satu keunggulan utama sapi Simental adalah produktivitasnya yang tinggi dalam hal daging dan susu untuk sapi betina. Sapi Simmental juga dikenal memiliki daya tahan tubuh yang baik dan mudah beradaptasi dengan berbagai kondisi iklim.

Diketahui, Kota Bontang menjadi salah satu kota di Kalimantan Timur (Kaltim) yang mendapatkan sapi kurban bantuan dari Presiden RI tahun ini.

Fungsional Ahli Muda Medik Veteriner Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang, drh Riyono mengatakan sapi untuk Bontang yang dipilih mencapai bobot 650 kilogram (Kg). Sapi ras asal Swiss tersebut merupakan milik salah satu peternak Bontang atas nama Tafdilul Fatih.

BACA JUGA:  Sapi Kurban Presiden Prabowo di Masjid Al-Wahhab Disembelih, Distribusi Daging Siang

Lanjutnya, dalam syarat untuk sapi kurban bantuan dari Presiden RI minimal dengan berat 800 kilogram. Namun, sapi peternak lokal Bontang tidak memiliki bobot sesuai syarat.

“Sehingga dipilih sapi peternak lokal dengan bobot tertinggi yakni 650 kg,” bebernya.

Tafdilul Fatih, pemilik sapi mengatakan memberikan nama Malika karena sapi itu dia rawat dengan sepenuh hati sejak masih anakan sapi.

“Dipelihara dari kecil, karena hasil kawin silang dengan sapi lokal. Usia sapi (sekarang) sekitar tiga tahun. Dinamai Malika karena dirawat dengan sepenuh hati,” ujar Tafdil sambil tersenyum, Jumat (30/5/2025).

BACA JUGA:  Pemprov Kaltim Siapkan 12.022 Sapi Kurban

Diceritakan Tafdil, awalnya dia dihubungi Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang dan ditanya berapa berat sapi miliknya. Tafdil pun menjawab tidak tahu. Kemudian dari DKP3 mendatangi kandang sapi milik Tafdil dengan membawa timbangan sapi.

Seingatnya, saat itu dari pihak dinas hanya menyampaikan jika mereka mencari sapi dengan bobot 800 kg. Untuk disumbangkan kepada masyarakat setelah dipotong.

Tapi, berapa hari kemudian dia mendapat kabar jika sapinya dipilih untuk sapi kurban bantuan dari Presiden RI.

“Awalnya enggak tahu jika Bontang mendapatkan jatah satu sapi kurban dari Presiden RI. Hanya dikabari untuk sumbangan masyarakat. Mungkin mereka cari-cari tidak ketemu dan sapi saya yang paling berat makanya terpilih,” ungkapnya.