Ketua DPRD Bontang Bingung Alasan Pemkot Batasi Anggaran Atlet di Porprov Berau

AksaraKaltim – Ketua DPRD Kota Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam mengaku tidak mengetahui alasan Pemkot Bontang memberikan anggaran minim bagi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bontang.

Menurutnya, sebelum anggaran itu difinalisasi, dirinya sudah sering mengingatkan pemerintah untuk memberikan anggaran yang memadai bagi KONI. Sehingga bisa mencukupi kebutuhan atlet Bontang yang akan berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII di Berau pada November 2022.

“Sudah sering saya ingatkan dan saya dorong di setiap rapat. Tapi pas Paripurna yang masuk hanya Rp2 miliar. Pimpinan daerah yang punya kebijakan itu,” kata Andi Faizal, Kamis (20/10/2022).

Dengan anggaran yang minim, pria yang akrab disapa Andi Faiz ini menilai langkah KONI sudah tepat dan bijak untuk melakukan pemangkasan terhadap atlet yang akan berangkat.

Hal tersebut memang mau tidak mau harus diambil. Karena hanya itu solusi terbaik.

“Kami sudah berusaha memperjuangkan. Tapi, keputusannya begitu kami mau bagaimana,” ucapnya.

Sebelumnya, meski memiliki keterbatasan anggaran, namun tidak menghalangi KONI Bontang untuk mengirimkan atletnya mengikuti ajang olahraga tertinggi di Kaltim, pada 12 sampai 23 November 2022 mendatang.

Ketua KONI Bontang, Aminullah menyampaikan, dirinya tidak bisa berbuat banyak lantaran kondisi anggaran yang disediakan hanya senilai Rp2 miliar.

Saat ini dirinya hanya fokus untuk memaksimalkan anggaran yang ada. Supaya bisa memboyong kontingen Bontang berlaga di ajang pekan olahraga yang dihelat 4 tahun sekali.

“Daerah cuma mampu kasih segitu. Kami tidak bisa berbuat apa-apa,” terangnya, Senin (3/10/2022).

Kata Emil, awalnya pihaknya mengusulkan anggaran sebesar Rp6 miliar. Tapi, mengalami penurunan menjadi Rp5,4 miliar. Lalu, seiring waktu berjalan, pemerintah justru hanya menyediakan Rp2 miliar.

Dirinya pun terpaksa memangkas jumlah Cabor dan kontingen Bontang. Awalnya, ia berencana memboyong sebanyak 52 Cabor dengan 950 kontingen.

“Karena anggaran minim, jadi cuma bisa bawa 46 Cabor. Dengan kisaran kontingen 400an orang. Cabor harus sabar dan saya minta kurangi bawa atlet dan ofisial,” ujarnya. (Adv)