Bontang Bakal Punya Sekolah Rakyat, Andi Faiz: Tidak Ada Alasan Putus Sekolah

AksaraKaltim – Sekolah Rakyat (SR) dikonsep dengan pendidikan gratis berasrama yang diselenggarakan oleh pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Sosial, untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem bakal hadir di Bontang.

Program ini bertujuan untuk memberikan akses pendidikan berkualitas dan memutus rantai kemiskinan

Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam mengatakan dengan adanya SR di Bontang, tentu tidak ada lagi bahasa anak Bontang putus sekolah karena keterbatasan atau tidak memiliki biaya. Serta, bagi orang tua juga tidak ada lagi alasan tidak menyekolahkan anaknya minimal hingga lulus SMA.

BACA JUGA:  Berpotensi Hasilkan PAD Besar, Nursalam Dukung Pemkot Bontang Bangun Hotel Mewah

“Kan tinggal bawa badan saja nantinya mereka, jadi tidak ada lagi alasan tidak sekolah,” kata Andi Faiz-sapaannya.

Kata dia, secara khusus dirinya sangat mendukung pembangunan SR di Kota Bontang. Menurutnya, dengan adanya sekolah gratis yang dibiayai pemerintah pusat. Merupakan salah satu cara pemerintah melakukan pemerataan pendidikan di Indonesia.

“Saya sangat mendukung pemerataan ruang pendidikan semakin terbuka lebar, khususnya bagi warga miskin Bontang,” ucapnya.

BACA JUGA:  Respons Komisi A Soal Klaim Pemkot Bontang Bisa Tekan Kemiskinan dan Pengangguran

Satuan Kerja (Satker) Kementerian PUPR Wilayah Kaltim, Fakhroni mengatakan untuk pagu anggaran pembangunan SR kurang lebih sama dengan daerah lainnya, berkisar Rp200 miliar-Rp250 miliar dengan fasilitas lengkap.

Selain ruang kelas, berbagai fasilitas lain juga akan dibangun di atas lahan seluas kurang lebih delapan hektar. Mulai dari lapangan bola standar FIFA, lapangan voli asrama murid, tempat ibadah lima agama dan fasilitas lainnya. Adapun satuan Pendidikan yanga ada di SR mulai dari tingkat SD hingga SMA.

BACA JUGA:  Sempurnakan Raperda Penyelenggaraan Pondok Pesantren, Komisi A DPRD Bontang Belajar ke Mataram

“Paket lengkap, yang jelas paling penting itu asramanya (boarding school) dan fasilitas lainnya,” paparnya.

Lanjutnya, untuk cakupan bangunan sekolah dengan luas sekitar 2,6 hektar. Sisa lahan lainnya untuk berbagai fasilitas penunjang yang dijelaskan di atas.

“Minimal lahan itu 5 hektar. Kalau lebih dari 8 hektar, boleh kalau mau ditambah (luasannya),” diakhirinya.