AksaraKaltim – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur resmi memiliki pusat layanan jantung yang semakin modern yang bertujuan sebagai langkah memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Gedung Jantung Terpadu Awang Faroek Tower di RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan diresmikan Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud pada Rabu (24/6).
“Pembangunan gedung tersebut dilatarbelakangi tingginya jumlah kasus penyakit kardiovaskular di Kaltim,” kata Plt Direktur RSKD Balikpapan, drg. Ahmad Jais dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis dikutip Antara.
Ia menyebutkan dalam tiga tahun terakhir, rumah sakit menangani 2.238 kasus penyakit jantung dengan tingkat keberhasilan tindakan mencapai 99 persen.
Selain itu, RSKD juga telah melakukan 40 operasi bedah jantung terbuka atau “Coronary Artery Bypass Grafting/CABG” dengan tingkat keberhasilan mencapai 95 persen.
Menurut Ahmad Jais, Gedung Jantung Terpadu Awang Faroek Tower dilengkapi berbagai fasilitas modern, termasuk ruang Cath Lab B-Plan pertama di Kalimantan yang akan memperkuat layanan diagnostik dan tindakan intervensi jantung.
Ia mengatakan rumah sakit yang unggul tidak cukup memiliki gedung megah dan alat canggih, tetapi juga harus didukung tata kelola yang baik, SDM yang kompeten, serta pelayanan yang ramah dan profesional.
“Itulah ikhtiar kami menjaga kesehatan jantung masyarakat Kalimantan Timur,” kata dia.
Gedung Jantung Terpadu Awang Faroek Tower dilengkapi berbagai fasilitas modern, seperti catheterization laboratory (cath lab), ruang operasi berstandar Modular Operating Theater (MOT), hingga teknologi Smart RSKD yang memungkinkan pemantauan kondisi pasien secara real-time dari ambulans, IGD, ICCU, hingga ruang perawatan.
Dengan fasilitas tersebut, berbagai tindakan medis seperti pemasangan ring jantung, angiografi koroner, pemasangan temporary pacemaker hingga operasi jantung terbuka kini dapat dilakukan di Balikpapan.
Sementara Gubernur Rudy Mas’ud mengapresiasi seluruh jajaran RSKD dan pihak-pihak yang telah menghadirkan fasilitas layanan jantung terpadu tersebut.
Menurutnya, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan harus berjalan seiring dengan penguatan sumber daya manusia, khususnya tenaga kesehatan.
“Kami tidak hanya membangun fasilitas, tetapi juga membangun kualitas sumber daya manusia,” kata dia.
Ia mengatakan secanggih apa pun alat dan sebagus apa pun gedungnya, kalau pelayanannya tidak ramah, manfaatnya tidak akan maksimal.
“Senyum dan ketulusan tenaga kesehatan adalah obat yang paling mujarab,” kata dia.
Dirinya juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dalam membangun Kalimantan Timur sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Kehadiran Awang Faroek Tower diharapkan menjadi warisan nyata yang terus memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus meneruskan semangat pengabdian almarhum dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kalimantan Timur.






