AksaraKaltim – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang menerima kegiatan magang dari pengelola perpustakaan SMP Negeri 4 Bontang, Nhadzua Putri Lupita, sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi dan pengembangan sumber daya manusia di bidang perpustakaan.
Program magang ini menjadi wadah pembelajaran bagi pengelola perpustakaan sekolah untuk memperdalam pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan perpustakaan modern, mulai dari pengolahan bahan pustaka, pemanfaatan teknologi informasi, hingga teknik perawatan koleksi.
Dalam pelaksanaan magang tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pengolahan bahan pustaka yang mencakup pengenalan data bibliografi, klasifikasi koleksi, serta proses penginputan data ke dalam sistem perpustakaan. Materi tersebut diberikan untuk memperkuat pemahaman terkait pengelolaan koleksi yang sistematis dan sesuai standar perpustakaan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelatihan penggunaan aplikasi INLISLite, sistem otomasi perpustakaan yang digunakan untuk mengelola data koleksi, layanan sirkulasi, hingga penyusunan laporan administrasi secara digital. Melalui praktik langsung, peserta diperkenalkan pada berbagai fitur yang mendukung efisiensi dan akurasi pengelolaan perpustakaan.
Selain penguatan kompetensi digital, peserta juga mendapatkan materi mengenai teknik pemeliharaan dan perawatan buku rusak. Dalam sesi tersebut, peserta belajar mengenali berbagai jenis kerusakan koleksi, membersihkan buku dari debu dan kotoran, serta melakukan perbaikan ringan agar koleksi tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lebih lama.
Peserta magang Perpustakaan SMP Negeri 4 Bontang, Nhadzua Putri Lupita, mengaku memperoleh banyak pengalaman baru selama mengikuti program magang di DPK Bontang.
“Melalui kegiatan magang ini saya mendapatkan banyak pengetahuan baru, terutama mengenai pengolahan bahan pustaka menggunakan sistem INLISLite dan teknik perawatan koleksi. Ilmu yang saya peroleh sangat bermanfaat dan akan saya terapkan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan di SMP Negeri 4 Bontang,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perpustakaan DPK Kota Bontang, Indra Nopika Wijaya, mengatakan bahwa program magang merupakan salah satu bentuk komitmen DPK dalam mendukung peningkatan kapasitas pengelola perpustakaan sekolah.
“Kami berharap kegiatan magang ini tidak hanya menambah wawasan peserta terkait pengelolaan perpustakaan modern, tetapi juga mampu memperkuat kompetensi teknis yang diperlukan dalam memberikan layanan perpustakaan yang profesional. Sinergi antara perpustakaan daerah dan perpustakaan sekolah sangat penting untuk mendukung penguatan budaya literasi di Kota Bontang,” katanya.
Menurut Indra, perpustakaan saat ini dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa mengabaikan aspek pelestarian koleksi fisik. Oleh karena itu, penguasaan sistem otomasi perpustakaan harus berjalan beriringan dengan kemampuan merawat dan menjaga bahan pustaka.
“Melalui kegiatan magang ini, Kita berharap peserta dapat mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh di lingkungan kerja masing-masing. Dengan demikian, kualitas layanan perpustakaan sekolah dapat terus meningkat sekaligus mendukung terwujudnya perpustakaan yang modern, efektif, dan berkelanjutan sebagai pusat literasi bagi masyarakat dan dunia pendidikan,” tutupnya.






