AksaraKaltim — Wakil Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang, Ubayya Bengawan, mendukung dan siap mendampingi atas langkah Dinas Kesehatan (Dinkes) yang berencana mengajukan bantuan fasilitas alat kesehatan (alkes) kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia.
Ubayya-sapaannya menilai, langkah jemput bola ke pusat sudah sangat tepat dalam mengatasi keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) akibat efisiensi, sekaligus memastikan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
“Kalau kemampuan APBD memang terbatas, memang harus mencari alternatif. Salah satunya dengan mengajukan kebutuhan sarana dan alat kesehatan kepada Kemenkes,” ujar Ubayya, Sabtu (15/8/2026).
Menurutnya, pemenuhan sarana kesehatan di rumah sakit merupakan kebutuhan mendesak yang berkaitan langsung dengan mutu pelayanan kepada masyaraakt. Terlebih, sejumlah fasilitas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bontang masih membutuhkan tambahan dukungan peralatan agar operasionalnya semakin optimal.
Ubayya pun meminta Dinkes Bontang untuk segera menyiapkan proposal secara lengkap. Ia memastikan bahwa legislatif, khususnya Komisi A, siap mengawal dan mendampingi dalam memperjuangkan anggaran dari pusat.
“Kalau proposalnya sudah siap, tentu tinggal kita dorong agar segera disampaikan ke kementerian. Komisi A juga siap mendampingi pemerintah daerah dalam upaya tersebut,” tegasnya.
Diakhir, Ubayya juga mengingatkan Pemkot Bontang untuk tidak mengabaikan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM). Menurutnya, fasilitas canggih dan kualitas tenaga medis merupakan dua hal penting dan harus berjalan secara beriringan.
Sebelumnya, Wali Kota Bontang Neni Moernaeni berencana mengajukan proposal ke Kemenkes RI agar pemerintah pusat turun tangan membantu pengadaan peralatan medis untuk layanan prioritas. keterbatasan anggaran membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang belum mampu memenuhi kebutuhan alat kesehatan berteknologi tinggi di RSUD Taman Husada.
“Proposal tersebut mencakup pemenuhan sarana, prasarana, dan alat kesehatan (SPA) bagi pelayanan kanker, jantung, stroke, uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak (KJSU-KIA),” terang Neni. (Adv)






