AksaraKaltim – Pemerintah Kota Bontang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi yang digelar oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun ini.
Agenda besar nasional yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali ini dinilai menjadi momentum krusial bagi masa depan pembangunan dan arah kebijakan ekonomi di Kota Taman.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni megatakan sejauh ini perekonomian Bontang bisa dikatakan naik walau tidak signifikan. Dengan adanya sesus ini, maka mengenai ekonomi Bontang saat ini akan mendapatkan data riil.
“Terakhir ada sensus ekonomi kan 2016 lalu waktu saya menjabat Wali Kota Bontang pertama kali,” terangnya, Senin (15/6/2026).
Kata dia, adanya sensus ekonomi di tahun 2026, maka akan memudahkan Pemkot Bontang mengetahui secara spesifik karakter perekonomian di Kota Taman. Karena seluruh warga akan didatangi satu per satu petugas sensus untuk di data. Apakah usaha yang dominan di Bontang adalah usaha mikro, makro dan sebagainya.
“Warga juga saya minta untuk jujur kepada petugas sesus. Nanti hasil wawancara dengan warga bontang akan muncul data yang diolah secara statistik oleh BPS,” terangnya.
Neni meyakini, di tahun ini ekonomi Bontang mengalami peningkatan meski tidak banyak. Karena menjamurnya pelaku usaha kopi keliling. Meski di satu sisi juga ancaman PHK pekerja tambang tengah mencuat.
“Artinya semangat orang memiliki usaha di Bontang sangat luar biasa. Artinya setiap transaksi ada pajak daerah yang di dapat
Sementara, untuk perusahaan diminta melakukan pengisian data sensus secara online. Apabila dalam tempo yang sudah ditetapkan di tanggal 14 Juli 2026 tidak melakukan pengisisan data ekonominya. Maka petugas sensus akan mendatangi perusahaan tersebut.
Kepala BPS Bontang, Nur Wahid menyatakan sensus ekonomi di tahun ini mereka menurunkan sebanyak 142 petugas. Rincian, 125 petugas yang melakukan pendataan dan 17 orang petugas pengawas lapangan.
Yang menjadi sasaran utama ada hal. Pertama, pelaku usaha yang terlihat kasat mata seperti warung toko dan sebagainya. Kedua, pelaku usaha tidak terlihat, seperti penjual dengan target pasar melalui media sosial dan lainnya .
“Sensus berakhir pada 31 agustus mendatang. Tujuan sensus menghadirkan data dasar perekonomian yang akurat dan komprehensif sebagai landasan utama pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan dan strategi ekonomi 10 tahun ke depan,” kata dia. (Adv)






