AksaraKaltim – Keberhasilan menekan kasus stunting di Kota Bontang memerlukan kerjasama lintas sektor. Salah satunya keterlibatan kader posyandu dinilai penting.
Anggota Komisi A DPRD Bontang, Aloysius Roni menyebut kader posyandu merupakan sebagai ujung tombak bagi pemerintah dalam mengentaskan persoalan stunting.
Dirinya memberikan apresiasi kepada para kader posyandu dan meminta mereka untuk tetap menjaga semangatnya. Demi generasi penerus Bontang kedepannya.
“Seperti kasus stunting di Bontang Barat sudah ada penurunan. Ini bukti, kolaborasi pemerintah, kader posyandu dan lainnya berjalan dengan baik,” sebut Roni dalam kegiatan pertemuan kader dan tim Posyandu dalam rangka persiapan Operasi Timbang Serentak di Bontang Barat.
Kata dia, hadirnya kader posyandu sebagai ujung tombak akan lebih maksimal. Lantaran, kader posyandu lebih memahami lapangan dan bisa melakukan deteksi dini bila anak yang mengalami stunting.
“Saya rasa kader posyandu kinerjanya luar biasa dan saya apresiasi. Tetap jaga semangatnya,” ucapnya Dewan Bontang dari Partai Golkar Dapil Bontang Barat.
Sebelumnya diberitakan, Pemkot Bontang bakal kembali menggelar operasi timbang serentak bagi bayi dan anak se Kota Taman dalam waktu dekat di Juni 2026. Langkah ini diambil sebagai salah upaya intervensi pemerintah menekan kasus tengkes di Bontang.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan di tahun ini Pemkot Bontang bakal bekerja maksimal dalam menekan kasus stunting.
Berbagai upaya pun dilakukan Pemkot Bontang agar bisa menekan kasus tersebut. di tahun ini. Adapun upaya yang dilakukan, selain melakukan timbang serentak, ialah memberikan makanan bergizi gratis bagi ibu hamil dan anak-anak di Bontang melalui posyandu yang tersebar di 15 kelurahan.
“Saya harap intervensi yang luar biasa selama ini dilakukan bisa menekan stunting tahun ini. Disinilah posyandu berperan,” paparnya. (Adv)






