AksaraKaltim – Komitmen Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Bontang dalam menghadirkan layanan publik yang inklusif terus diwujudkan melalui berbagai program dan fasilitas yang ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.
Salah satu bentuk nyata upaya tersebut terlihat melalui pemanfaatan layanan PERSIA (Perpustakaan Ramah Disabilitas dan Lansia) oleh anggota Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI) Bontang.
Pada Minggu (7/6/2026), DPK Bontang kembali menerima kunjungan anggota PERTUNI di ruang PERSIA untuk mengikuti kegiatan penguatan literasi yang berfokus pada kemampuan membaca dan menulis huruf Braille.
Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap pekan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan literasi sekaligus memperluas akses pembelajaran bagi penyandang disabilitas netra.
Kepala Bidang Perpustakaan DPK Bontang, Indra Nopika Wijaya, mengatakan layanan PERSIA tidak hanya menjadi sarana belajar, tetapi juga ruang yang mendukung interaksi sosial dan pengembangan diri bagi para anggotanya.
“PERSIA saat ini dimanfaatkan oleh teman-teman PERTUNI untuk kegiatan belajar membaca dan menulis huruf Braille. Kegiatan ini rutin dilaksanakan satu minggu sekali,” ujarnya.
Selain pembelajaran Braille, peserta juga mengikuti berbagai aktivitas pendukung seperti diskusi kelompok, berbagi pengalaman, serta membangun jejaring sosial yang positif di antara sesama anggota komunitas.
“Melalui layanan PERSIA ini menjadi tempat interaksi sosial yang mempererat hubungan antarsesama anggota komunitas,” tambahnya.
Indra menjelaskan, layanan PERSIA merupakan salah satu inovasi DPK Bontang yang dirancang untuk memberikan akses literasi yang setara bagi penyandang disabilitas dan kelompok lanjut usia. Kehadiran layanan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memastikan seluruh masyarakat memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses informasi, pengetahuan, dan pengalaman belajar.
“Kami berupaya memberikan layanan literasi kepada saudara-saudara kita, khususnya penyandang disabilitas dan lansia. Seluruh pegawai siap melayani dengan senang hati,” jelasnya.
Untuk mendukung kenyamanan dan kemudahan akses bagi pengunjung, DPK Bontang telah melengkapi layanan PERSIA dengan berbagai fasilitas penunjang aksesibilitas. Di antaranya area parkir khusus penyandang disabilitas dan lansia, jalur pemandu atau guiding block, kursi roda, serta tongkat bantu mobilitas.
Tidak hanya itu, tersedia pula berbagai perangkat literasi yang dirancang sesuai kebutuhan pengguna, seperti komputer bicara, komputer multimedia, koleksi buku Braille, alat bantu pendengaran, hingga audiobook. Beragam fasilitas tersebut memungkinkan penyandang disabilitas dan lansia mengakses layanan perpustakaan secara mandiri, aman, dan nyaman.
Melalui kolaborasi yang terus terjalin dengan PERTUNI, DPK Bontang berharap budaya literasi inklusif dapat berkembang lebih luas dan menjangkau semakin banyak masyarakat.
“Kehadiran PERSIA diharapkan tidak hanya menjadi pusat akses informasi, tetapi juga ruang pemberdayaan yang mampu meningkatkan kualitas hidup, memperkuat kemandirian, serta membuka peluang pengembangan potensi bagi penyandang disabilitas dan lansia di Kota Bontang,” tutupnya.






