AksaraKaltim – Dukung penguatan pendidikan inklusi di Kota Bontang, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) dorong anak berkebutuhan khusus (ABK) lebih berdaya melalui keterampilan dan kreativitas, untuk meningkatkan kepercayaan diri sejak dini.
Inisiatif ini direalisasikan melalui Pelatihan Ecoprint Inklusif untuk Berdaya dan Inovatif, diikuti 60 peserta yang terdiri dari 30 siswa-siswi serta 30 guru pendamping SLB se-Kota Bontang.
Kegiatan ini berlangsung di kawasan wisata Telok Bangko, Kelurahan Loktuan, pada 1-3 September 2026.
VP Komunikasi Korporat Pupuk Kaltim, Dwi Agung Wibowo, mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian perusahaan terhadap pengembangan potensi ABK, dengan menciptakan ruang belajar yang inklusif dan memberi kesempatan setara bagi setiap anak untuk berkembang.
Ecoprint dipilih untuk memberi pengalaman belajar yang bersifat praktis, sekaligus mengenalkan pemanfaatan bahan alam ramah lingkungan. Pada prosesnya, peserta diajak mengenal berbagai jenis daun, bentuk, tekstur, serta warna alami, untuk kemudian diolah menjadi motif pada kain hingga tumbler.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pengalaman yang dapat menjadi bekal anak untuk semakin mandiri dan berdaya. Utamanya belajar mengenal bahan alam, melatih kreativitas dan motorik halus hingga ketelitian dengan praktik langsung,” ujar Agung, saat mengawali kegiatan, Selasa (1/9/2026).
Seluruh materi pelatihan dirancang dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta. Selain penjelasan secara langsung, peserta juga diberikan contoh visual dan kesempatan melakukan praktik secara bertahap dengan pendampingan guru.
Kegiatan juga diarahkan untuk mengenalkan keterampilan vokasional yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Dimana ecoprint memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi berbagai produk kreatif yang bernilai ekonomi, sehingga keterampilan tersebut diharapkan menjadi salah satu bekal peserta dalam meningkatkan kemandirian di masa datang.
“Kami percaya setiap anak memiliki potensi. Makanya penting bagi kita untuk memberi kesempatan dengan lingkungan yang mendukung, agar potensi tersebut mampu berkembang secara optimal,” tandas Agung.
Agung pun menyebut Pupuk Kaltim akan terus mengembangkan berbagai program yang mendukung pendidikan dan pemberdayaan anak berkebutuhan khusus di Kota Bontang. Langkah ini bagian dari kontribusi Pupuk Kaltim mendukung pencapaian SDGs tentang Pendidikan Berkualitas, sekaligus mewujudkan Bontang sebagai kota yang semakin inklusif dan ramah disabilitas.
“Untuk itu, kolaborasi berbagai pihak menjadi hal penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif. Dan Pupuk Kaltim akan terus mengambil peran di dalamnya,” tambah Agung.
Mewakili Pemkot Bontang, Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum, Anwar Sadat, menyampaikan kegiatan ini sejalan dengan misi pembangunan Kota Bontang, yang menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, serta pembangunan yang inklusif sebagai bagian penting dalam mewujudkan Bontang yang semakin maju dan sejahtera.
Dirinya juga menilai kegiatan ini sebagai bentuk pemberian stimulus bagi anak untuk mengeksplorasi kemampuan, sehingga dapat membuka potensi yang sebelumnya belum terlihat. Dalam prosesnya, anak mendapat pengalaman untuk mengembangkan berbagai kemampuan, mulai dari ketelitian, kreativitas, kerja sama, hingga keberanian untuk mencoba.
“Kami menyambut positif kegiatan ini, sebagai upaya bersama dalam mendorong terwujudnya pendidikan inklusif dengan lebih optimal di Kota Bontang,” ucap Anwar Sadat.
Dirinya berharap program serupa dapat diperluas Pupuk Kaltim, guna membuka ruang lebih luas bagi anak berkebutuhan khusus untuk belajar dan berkembang. Inklusivitas butuh dukungan dan kolaborasi seluruh pihak, dengan memberi kesempatan yang setara untuk belajar dan berkarya.
“Dari hal itu, anak berkebutuhan khusus diharap semakin mampu menunjukkan potensi, berdaya, serta berkontribusi dalam kehidupan masyarakat” kata Anwar.
Guru SLB Negeri Bontang, Tutik Eko Puji Hastuti, mewakili peserta menyampaikan terima kasih atas dukungan Pupuk Kaltim pada pelatihan ini. Menurutnya, ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi anak untuk mengembangkan kecakapan hidup dan kemandirian di masa datang.
“Begitu juga dengan kami para guru, akan menerapkan keterampilan ecoprint untuk diajarkan kembali di sekolah, sehingga manfaat pelatihan pun bisa berkelanjutan. Terima kasih Pupuk Kaltim telah menggagas kegiatan ini,” tutur Tutik.






