AksaraKaltim – Aksi perusakan atau vandalism di sejumlahfasilitas umum di Kota Bontang turut memicu reaksi Ketua DPRD Bontang. Tindakan tidak bertanggung jawab tersebut dinilai sangat mencederai estetika kota yang sudah dipercanti.
Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam mengatakan seharusnya oknum pelaku vandalisme maupun warga Kota Bontang lain, memiliki kebanggaan dan kesadaran untuk sama-sama menjaga fasilitas publik.
Mengingat pembangunan tersebut menggunakan dana APBD Kota Bontang yang berasal dari pajak masyarakat Kota Taman sendiri. Terlebih saat ini keuangan daerah tengah terjadi defisit karena adanya pemangkasan dari pemerintah pusat.
“Kondisi keuangan daerah sekarang lagi sulit. Harusnya saling menjaga bukan malah sebaliknya (perusakan). Masyarakat wajib memiliki kesadaran dan kebangaan atas pembangunan yang sudah ada sekarang,” terangnya.
Kata Andi Faiz-sapaannya, seperti pembangunan yang saat ini sudah dinikmati masyarakat Bontang, diantaranya trotoar jalan di Jalan Ahmad Yani, MT Haryono, Taman Tugu Selamat Datang Bontang serta lainnya.
Fasilitas tersebut banyak digunakan untuk warga Bontang untuk tempat santai, nongkrong, olahraga dan lainnya. Sehingga, apabila lokasi yang sudah dipercantik Pemkot Bontang kemudian dirusak tentu sangat disayangkan.
“Sangat disayangkan jika terjadi aksi vandalisme atau merusak fasilitas publik. Semoga dengan di viralkan bagi pelaku (pelaku vandalisme) bisa meningkatkan kesadaran mereka dan ada efek jera,” terangnya.
Sebelumnya, aksi perusakan fasilitas publik yang kian marak di Kota Bontang memicu reaksi keras dari Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.
Menanggapi rentetan kasus vandalisme yang terjadi belakangan ini, Neni menyebut tindakan tersebut sama sekali tidak mencerminkan perilaku masyarakat yang normal.
“Saya prihatin dengan sifat-sifat seperti itu. Pelaku vandalisme ini bukan orang normal, tapi ada kelainan (abnormal). Saya mengimbau dengan sangat, jangan merusak fasilitas publik,” ujar Neni dengan nada kecewa.
Untuk diketahui, aksi perusakan oleh orang tidak bertanggung jawab terjadi di dua lokasi. Pertama hiasan yang ada di trotoar Jalan Ahmad Yani di coret sejumlah anak remaja. Kemudian, perusakan dua lampu taman terjadi di Taman Tugu Selamat Datang Bontang. (Adv)






