Harga Pertamax Naik Imbas Konflik Global, Ketua DPRD Bontang Minta Warga Bijak Menyikapi

Ilustrasi salah satu SPBU milik Pertamina Patra Niaga. (Istimewa)

AksaraKaltim – Ketegangan geopolitik global yang memicu lonjakan harga minyak mentah (crude oil) dunia berimbas pada penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax di tanah air.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, meminta masyarakat Kota Taman untuk menyikapi dinamika harga energi ini secara bijak.

Andi Faiz-sapaan menjelaskan bahwa sebagai BBM non-subsidi, harga Pertamax murni mengikuti mekanisme pasar internasional. Fluktuasi nilai tukar rupiah dan tingginya permintaan energi global membuat penyesuaian harga tidak dapat dihindari oleh Pertamina demi menjaga pasokan tetap aman.

BACA JUGA:  Dinilai Belum Optimal, Fraksi PKB DPRD Bontang Soroti soal Pengelolaan Pajak Hotel dan Air Bawah

Meski demikian, dampak terhadap ekonomi dinilai tidak terlalu signifikan. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), penyesuaian harga BBM non-subsidi ini diperkirakan hanya memberi kontribusi sekitar 0,25 persen terhadap tingkat inflasi nasional.

“Kalau Pertamax ini kan mengikuti harga global atau pasar internasional. Kita semua tentu berharap perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang tengah berjalan bisa lancar, sehingga tensi politik mereda dan harga energi bisa kembali stabil,” ujar Andi Faiz.

BACA JUGA:  Wacana Pemkot Bangun Wisata Baru, Muhammad Sahib Pertanyakan Dampaknya Bagi Warga dan Bontang

Ia menambahkan, jika konflik geopolitik tersebut mereda, harga minyak dunia dipastikan melandai dan harga Pertamax berpotensi besar untuk turun kembali. Sebaliknya, jika perundingan damai tersebut batal, harga pasar masih mungkin merangkak naik.

Di tengah kenaikan harga Pertamax, Andi Faiz menerangkan jika BBM jenis Pertalite dipastikan tidak akan ikut naik. Hal ini dikarenakan Pertalite merupakan jenis BBM yang mendapatkan subsidi penuh serta jaminan pasokan dari pemerintah pusat.

BACA JUGA:  BPK Beri Catatan, Banggar DPRD Bontang Minta Pemerintah Tindak Lanjuti

Politisi berlambang pohon beringin ini pun mengimbau agar masyarakat bisa memilah kebutuhan energinya dengan rasional dan tetap tenang, tanpa harus melakukan panik buying.

“Masyarakat harus bijak menyikapi kebutuhan energi di tengah naiknya harga Pertamax. Perlu dipahami bersama bahwa bahan bakar tersebut memang non-subsidi, berbeda dengan Pertalite yang tetap disubsidi oleh negara untuk menjaga daya beli masyarakat,” pungkasnya. (Adv)