AksaraKaltim – Aksi perusakan fasilitas publik yang kian marak di Kota Bontang memicu reaksi keras dari Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.
Menanggapi rentetan kasus vandalisme yang terjadi belakangan ini, Neni menyebut tindakan tersebut sama sekali tidak mencerminkan perilaku masyarakat yang normal.
“Saya prihatin dengan sifat-sifat seperti itu. Pelaku vandalisme ini bukan orang normal, tapi ada kelainan (abnormal). Saya mengimbau dengan sangat, jangan merusak fasilitas publik,” ujar Neni dengan nada kecewa.
Ia menambahkan, sebagai kota yang relatif kecil, setiap tindakan perusakan di Bontang sebenarnya jauh lebih gampang termonitor. Neni juga mengapresiasi sikap aktif warga yang ikut mengawasi jalannya pembangunan.
“Kalau di daerah lain pasti ada juga kasus seperti ini, tapi mungkin tidak terekspose saja. Saya bersyukur masyarakat Bontang bisa bantu memonitor pembangunan, termasuk melaporkan adanya perusakan,” tambahnya.
Menyikapi pelaku yang mayoritas masih di bawah umur, Pemkot Bontang mengaku dilematis dalam memberikan hukuman fisik atau pidana. Namun, Neni menegaskan harus ada konsekuensi yang memberikan efek jera.
“Pelaku vandalisme kemarin ternyata anak-anak, mau disanksi (hukum) tidak mungkin. Makanya kemarin kami berikan surat pernyataan agar tidak mengulangi lagi. Tapi ke depan, harus ada sanksi sosial kepada masyarakat yang melakukan perusakan,” tegasnya.
Rentetan aksi perusakan ini terpotret di beberapa titik vital. Terbaru, tiga unit lampu taman di kawasan ikonik Tugu Selamat Datang Bontang ditemukan dalam kondisi rusak parah pada Sabtu (13/6/2026). Dua lampu tampak roboh, satu bengkok, dan sebuah kamera CCTV di lokasi tersebut terlepas hingga menggantung pada kabel.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Bontang, Much Cholis Edy Prabowo, menjelaskan bahwa kerusakan tersebut diduga kuat akibat kesengajaan.
“Rusaknya sepertinya ada dorongan atau semacam benturan. Kami sedang berkoordinasi dengan Diskominfo untuk memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi. Takutnya ini murni vandalisme,” kata Edy. Meski proses penyelidikan berjalan, DPUPR memastikan perbaikan akan segera dilakukan demi menjaga estetika pintu masuk kota.
Sebelum insiden di Tugu Selamat Datang, aksi serupa juga terekam kamera pengawas di Jalan Ahmad Yani pada Kamis (4/6/2026) dini hari. Sebuah pot bunga di trotoar depan area pencucian mobil (seberang Kantor BNI Bontang) dihancurkan oleh sejumlah pemuda.
Berdasarkan rekaman CCTV, terlihat tiga pemuda melintas sekitar pukul 05.00 WITA, dan dua di antaranya secara sengaja merusak fasilitas estetika kota tersebut.
Tak hanya pot bunga, beberapa waktu sebelumnya, sejumlah bollard (pembatas jalan) di kawasan trotoar depan Cafe Malaya juga dilaporkan menjadi sasaran aksi corat-coret oleh orang tidak dikenal.
Pihak pemerintah kota menegaskan bahwa tindakan destruktif yang berulang ini tidak akan dibiarkan. Saat ini, instansi terkait tengah menggelar rapat koordinasi untuk merumuskan langkah penindakan tegas agar keindahan Kota Taman tidak terus-menerus dirusak oleh oknum tidak bertanggung jawab. (Adv)






