AksaraKaltim – Guna memutus kasus stunting di Bontang, Pemkot Bontang tidak hanya menyasar bayi, balita dan anak. Remaja putri juga turut disasar, khususnya yang memiliki riwayat anemia.
Hal ini bertujuan untuk melakukan pencegahan terjadi kasus stunting dari hulu. Sehingga penanganan kini tidak hanya berfokus pada anak.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan remaja putri adalah calon ibu yang memiliki riwayat anemia beresiko menimbulkan gangguan kesehatan. Khususnya saat melahirkan bayi dengan berat di bawah standar kesehatan.
Berdasarkan standar Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), berat badan lahir normal untuk bayi yang cukup bulan. Dengan usia kandungan 37–42 minggu berada di kisaran 2.500 gram hingga 4.000 gram atau 2,5 kg sampai 4 kg.
“Kalau ibu hamil ada anemia, potensi melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah akan lebih besar. Hal ini yang akan kami cegah sejak dini,” ujarnya.
Neni meyakini, dengan menekan kasus tengkes dari hulu. Dapat menekan kasus tengkes di tahun ini secara maksimal. Terlebih dia memprediksikan kasus stunting di Bontang bisa turun dan berada di bawah angka 10 persen.
“Harapannya di tahun ini kasus stunting bisa turun dan menyentuh angka 9 persen,” harapnya.
Kata dia, agar harapan tersebut bisa terealisasi, Pemkot Bontang bakal menggencarkan pendataan remaja putri melalui program pemeriksaan kesehatan gratis dan memberikan obat penambah darah. Serta melakukan pemantauan secara berkala.
Menurutnya langkah ini penting agar calon ibu memasuki masa kehamilan dalam kondisi sehat dan terbebas dari anemia. OPD terkait, khususnya Dinas Kesehatan Bontang diminta melakukan pendataan, sehingga penanganan bisa tepat sasaran.
Untuk diketahui, Pemkot Bontang tengah melakukan operasi timbang serentak dimulai sejak 9 hingga 13 Juni 2026 . Dengan menyasar 9.840 balita yang tersebar di seluruh kelurahan di Kota Bontang.
“Sekarang anak stunting di Bontang 984 anak. Tapi itu masih sementara dan bisa berubah. Nanti dilihat setelah timbang serentak selesai,” pungkasnya. (Adv)






