AksaraKaltim – Pemerintah Kota Bontang terus bergerak maju dalam mewujudkan kemandirian energi yang murah, aman, dan efisien bagi masyarakat. Pada tahun 2026 ini, total pembangunan Jaringan Gas (Jargas) rumah tangga di Kota Bontang dipastikan mencapai 11.553 sambungan rumah (SR).
Angka ini merupakan akumulasi dari proyek berjalan yang dipadukan dengan kuota tambahan terbaru dari pemerintah pusat.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengungkapkan adanya penyesuaian kuota tambahan dari Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas). Dari estimasi awal sebesar 2.000 sambungan, jumlah yang berhasil direalisasikan tahun ini adalah sekitar 1.000 sambungan rumah.
Penyesuaian ini didasarkan pada regulasi pusat yang membatasi volume addendum pekerjaan maksimal 10 persen dari kontrak yang sedang berjalan.
“Dari Ditjen Migas disampaikan penambahannya hanya 10 persen. Tapi kita bersyukur masih ada tambahan. Kemarin sekitar 10 ribu pemasangan, jadi yang diperbolehkan sekitar 1.000 sambungan. Seluruhnya akan langsung dikerjakan tahun ini,” ujar Neni Moerniaeni, Senin (15/6/2026).
Untuk memastikan seluruh infrastruktur terpasang dengan kualitas terbaik, pemerintah memberikan perpanjangan waktu pelaksanaan proyek selama 77 hari. Dengan demikian, target penyelesaian yang semula dijadwalkan berakhir pada September kini bergeser hingga Oktober 2026.
Berikut adalah rincian perkembangan program Jargas Bontang 2026. Dengan total alokasi di 2026 sebanyak 11.553 SR. Dengan realisasi tambahan 1.000 SR yang bakal disebar setelah finalisasi proyek berjalan.
Lalu, target rampungd di Oktober 2026 dengan mendapat perpanjangan 77 hari kerja. Tujuan strategis, mengurangi ketergantungan pada LPG bersubsidi dan memaksimalkan potensi gas bumi domestik secara langsung untuk warga.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (PSDA) Setda Bontang, Moch Arif Rochman, menjelaskan bahwa Pemkot Bontang awalnya mengusulkan 4.034 sambungan, termasuk untuk wilayah yang belum terjangkau seperti Bontang Lestari.
Meski belum seluruh usulan terakomodasi akibat pembatasan regulasi kuota tahun ini, Pemkot Bontang tidak tinggal diam. Sisa kebutuhan warga akan langsung diperjuangkan kembali dalam usulan program Jargas tahun anggaran 2027 ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
“Langsung kita tambahkan pengajuannya supaya tahun depan ada penambahan lagi. Selanjutnya akan kami usulkan kembali ke Menteri ESDM,” tegas Wali Kota Neni Moerniaeni optimis. (Adv)






