AksaraKaltim – Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bontang menyarankan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) agar melibatkan mereka dalam perekrutan guru pengganti.
Kepala BKPSDM Bontang, Sudi Priyanto mengatakan pada intinya mereka mendukung Disdikbud mengambil langkah strategis dalam rangka rekrutmen guru pengganti melalui koordinasi dengan pemerintah pusat. Kendati demikian, Disdikbud diminta untuk bisa melibatkan mereka dalam mencari guru penggantinya.
“Kami sudah diskusi dengan Disdikbud, dalam rekrutmen guru pengganti agar melibatkan BKPSDM. Agar hasilnya maksimal. Kami memiliki dua assesor dan psikolog, agar Disdikbud bisa memberikan penilaian terhadap calon guru pengganti,” paparnya, Rabu (21/1/2026).
Terpisah, Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha menerangkan surat untuk rekrutmen guru pengganti sudah dikirim ke Kemendikbud RI. Sampai saat ini masih menunggu keputusan pemerintah pusat, apakah Bontang diperbolehkan atau tidak.
“Belum ada balasan, harapannya Bontang diperbolehkan seperti daerah lain, nanti dikabari kalau suratnya dibalas,” ujarnya.
Disinggung soal keterlibatan BKPSDM mengenai perekrutan guru pengganti. Safa Muha menyebutkan, nantinya guru pengganti tetap boleh melamar sebagai CPNS jika memang ada formasi yang dibuka pada 2026.
“Guru pengganti nantinya bakal diperbolehkan mengikuti tes CPNS jika memang ada formasi yang dibuka,” diakhirinya.
Tahun 2026 Disdikbud Bontang memprediksi jika ada sekitar 105 guru yang bakal purna tugas. Langkah bersurat ke pemerintah pusat untuk merekrut guru pengganti sebagai antisipasi terjadinya krisis guru di Bontang.






