AksaraKaltim– Sekitar 75 bangunan warga di Jalan Danau Aji, RT 33, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), hangus terbakar pada Senin (5/10/2026).
Kebakaran terjadi sekitar pukul 16.43 WITA. Api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya karena kawasan tersebut merupakan permukiman padat, ditambah kondisi angin yang cukup kencang. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.00 WITA.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kukar, Fida Hurasani, mengatakan petugas langsung melakukan pemadaman setelah tiba di lokasi.
“Berdasarkan pengakuan dari Pak Lurah, ada sekitar 75 bangunan yang terdiri dari tempat sewaan, kontrakan dan lainnya,” kata Fida.
Menurut Fida, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, salah satunya keterbatasan sumber air. Petugas bahkan sempat kehabisan air di titik awal kebakaran.
“Kita kehabisan air di titik awal munculnya api. Kondisinya panas, listrik juga padam,” ujarnya.
Untuk memperkuat penanganan, pihaknya meminta bantuan unit pemadam dari Sanga-Sanga. Secara keseluruhan, sekitar 10 unit pemadam dikerahkan untuk menjinakkan api.
Fida menyebut, bangunan yang terdampak terdiri dari rumah tinggal, tempat sewaan, hingga rumah Ketua RT setempat.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada warga karena proses pemadaman tidak dapat dilakukan secara maksimal sejak awal akibat sejumlah kendala di lapangan.
“Saya memohon maaf karena tidak bisa berbuat banyak. Ini kekurangan kami. Saya bukan menyesal, tetapi kawasan Jalan Danau Aji ini memang sudah kami petakan,” ucapnya.
Fida menjelaskan, Jalan Danau Aji sebelumnya telah dipetakan sebagai salah satu kawasan yang memiliki tingkat kesulitan tinggi dalam penanganan kebakaran. Damkar Kukar bahkan telah melakukan simulasi menggunakan drone untuk menentukan pola penanganan, termasuk jalur pemasangan selang dan pemanfaatan sumber air.
“Kami sudah melakukan simulasi melalui drone sampai ampar selang. Ada juga bantuan hidran kering agar memudahkan pengisian air saat terjadi kebakaran di wilayah ini,” katanya.
Sejumlah sarana pendukung juga telah disiapkan di kawasan tersebut. Salah satunya hidran kering yang ditempatkan di depan Kantor Urusan Agama (KUA) Tenggarong.
Selain itu, terdapat tandon berkapasitas 5.000 liter. Namun, saat kebakaran terjadi, persediaan air di dalam tandon disebut sangat minim.
Selain menyebabkan kerugian material, kebakaran juga membuat sejumlah warga harus mendapatkan penanganan medis.
Fida mengatakan seorang lansia sempat pingsan di dalam rumah sebelum akhirnya diamankan keluarganya ke Mangkurawang. Sementara tiga warga lainnya dibawa ke rumah sakit karena mengalami sesak napas dan syok setelah melihat rumah mereka terbakar.
“Tiga orang lainnya dibawa ke rumah sakit karena mengalami sesak napas dan syok melihat rumahnya terbakar,” tuturnya.
Fida berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi. Menurutnya, kebakaran tersebut menjadi evaluasi, terutama terkait ketersediaan sumber air dan kesiapan sarana pemadaman di kawasan permukiman padat.






