AksaraKaltim – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang bergerak cepat mengatasi ancaman krisis tenaga pendidik pada tahun 2026. Kabarnya, Bontang telah mengantongi izin untuk merekrut guru pengganti.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, mengatakan bahwa surat balasan dari kementerian telah diterima. Menyatakaan bahwa Bontang diperbolehkan merekrut guru secara langsung, guna mengisi kekosongan guru yang ada, mengingat cukup banyak guru yang telah masuk masa purna tugas.
“Alhamdulillah diperbolehkan. Bagaimana pun ada sekitar 70-an lebih guru yang akan pensiun,” ujar Agus Haris saat ditemui usai menghadiri kegiatan PGRI Bontang, Rabu (14/1/2026).
Terkait mekanisme detail perekrutan, ia menyerahkan sepenuhnya kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang.
“Kalau teknis Disdikbud yang lebih paham,” terangnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Pendidik (GTK) Disdikbud Bontang, Ishak Karangan, memaparkan data bahwa saat ini terdapat kekurangan sekitar 105 guru di jenjang SD dan SMP Negeri.
Kekurangan paling signifikan terjadi pada formasi guru kelas. Kondisi ini memaksa sejumlah guru yang ada untuk merangkap jabatan demi menjaga kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.
“Skemanya nanti adalah guru pengganti. Saya belum lihat suratnya,” kata Ishak.
Kata dia, untuk sistem upah guru nantinya menggunakan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP). Sekolah diizinkan menggunakan dana tersebut dengan kisaran 20 persen sesuai aturan yang ada.
“Untuk gaji mungkin sekitar Rp2 jutaan, teknisnya nanti dilihat berapa kebutuhan guru dari tiap sekolah,” jelasnya.
Sebelumnya, Pemkot Bontang khawatir terhadap gelombang pensiun tenaga pengajar. Berdasarkan data Disdikbud, sekitar 100 guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) dijadwalkan memasuki masa purna tugas pada 2026.






