AksaraKaltim – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Abdu Safa Muha menerangkan sudah mengantongi identitas siswa Bontang yang gemulai.
Namun, Safa Muha-sapaannya menyatakan mereka tidak bisa membuka identitas pelajar tersebut. Data yang mereka kumpulkan pun hanya sebatas angka tanpa pencatatan data.
Hal ini bertujuan untuk menjaga mental anak-anak tersebut, agar kerahasiaan identitas mereka terjaga.
“Saya ingin menyelasaikan masalah tanpa menimbulkan persoalan baru,” terangnya.
Disdikbud pun telah menyiapkan program pembinaan dengan melakukan pendekatan personal terhadap pelajar tersebut. Program ini menekankan pendekatan holistik. Dengan melibatkan berbagai pihak. Seperti guru sekolah, orang tua, dan konselor.
“Semua pihak coba dilibatkan. Termasuk psikologi,” terangnya.
Sebelumnya, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan fenomena perilaku gemulai di kalangan siswa kini mulai dinormalisasi oleh masyarakat, bahkan kerap mendapat sambutan positif di berbagai kegiatan publik.
“kita biarkan, bisa terjadi krisis identitas,” ujarnya.
Ia mengaku telah menyampaikan persoalan ini kepada pihak terkait di tingkat provinsi agar menjadi perhatian bersama di Kalimantan Timur.
Sebagai tindak lanjut, Pemkot Bontang berencana menyiapkan pembinaan khusus bekerja sama dengan Satpol PP. Bentuknya berupa kegiatan yang menanamkan ketegasan dan kedisiplinan.
“Supaya mereka tahu seperti apa laki-laki sejati itu,” jelasnya.
Pendataan terhadap siswa yang akan dibina kini tengah dilakukan oleh Dinas Pendidikan Bontang. Rencana ini juga akan dibahas lebih lanjut dalam rapat koordinasi bersama pihak terkait.






