AksaraKaltim – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang memastikan program Kartu Bontang Pintar tetap berjalan di tahun 2026 mendatang. Meski terjadi pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat untuk daerah se-Indonesia, termasuk Bontang.
Kepala Disdikbud Bontng, Abdu Safa Muha, mengatakan untuk merealisasikan program tersebut memang belum bisa dipastikan waktunya. Tapi yang jelas program Kartu Bontang Pintar tetap akan berjalan di tahun depan.
“Insya Allah tahun depan berjalan. Sekarang semua masih berproses,” terangnya, Senin (1/12/2025).
Kata dia, tidak menutup kemungkinan program tersebut terealisasi di APBD perubahan 2026 akan datang. Namun mereka tetap mengupayakan, jika salah satu program andalan Pemkot Bontang tersebut bisa terealisasi di APBD murni tahun depan.
“Bisa di murni atau perubahan (APBD) tahun depan, apalagi terjadi pemangkasan anggaran. Intinya kami upayakan bisa berjalan secepatnya,” sebutnya.
Sebelumnya, Kartu Bontang Pintar nantinya bisa dipergunakan untuk membeli kebutuhan pendidikan bagi pelajar. Seperti Lembar Kerja Siswa (LKS), kegiatan praktikum, serta keperluan belajar lain, yang tidak masuk dalam daftar penggunaan dana Aloksi Bantuan Sekolah (BOS). Program ini ditargetkan mulai berjalan pada tahun 2026.
Program ini direncanakan menyasar seluruh peserta didik dari jenjang TK, PAUD, SD, hingga SMP yang menjadi kewenangan Disdikbud di daerah.
“Estimasi anggaran sekitar Rp29 miliar. Karena satu anak Rp1 juta dikali 29 ribu, sesuai data pelajar yang ada di Bontang,” paparnya.






