DPK Bontang Genjot Layanan Digital, Akses Informasi Kini Lebih Mudah

Kepala DPK Bontang, Retno Febriaryanti.

AksaraKaltim – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang terus memperkuat layanan berbasis digital guna mendukung keterbukaan informasi publik yang lebih cepat dan praktis bagi masyarakat.

Digitalisasi layanan dilakukan untuk mempermudah akses masyarakat terhadap informasi perpustakaan maupun kearsipan tanpa harus datang langsung ke kantor pelayanan.

Kepala DPK Bontang, Retno Febriaryanti, mengatakan inovasi menjadi salah satu pilar penting dalam pengembangan pelayanan publik di era digital saat ini.

“Dunia terus berubah, sehingga kami juga harus terus berinovasi. Pemanfaatan teknologi informasi dalam layanan PPID akan terus kami tingkatkan agar masyarakat bisa mengakses informasi hanya melalui genggaman tangan,” ujar Retno, Senin (11/5/2026).

Menurutnya, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kualitas pelayanan informasi dan dokumentasi kepada masyarakat.

Melalui digitalisasi pelayanan, masyarakat diharapkan dapat memperoleh akses informasi kapan saja tanpa terkendala waktu maupun jarak.

Selain mempermudah akses layanan, penggunaan platform digital juga dinilai mampu meningkatkan efisiensi kerja internal serta mempermudah pengelolaan data dan dokumen.

Karena itu, inovasi yang dilakukan DPK Bontang tidak hanya sebatas penggunaan teknologi, tetapi juga mencakup pembenahan sistem pelayanan agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Teknologi harus benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. Karena itu kami ingin layanan informasi menjadi lebih sederhana, cepat, dan mudah dipahami,” katanya.

Melalui penerapan enam pilar layanan keterbukaan informasi, DPK Bontang ingin membangun sistem pelayanan yang transparan sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Pilar inovasi disebut menjadi motor penggerak dalam mendukung pelayanan yang cepat, tepat, mudah diakses, dan dapat dipercaya.

Selain itu, koordinasi antarunit kerja juga terus diperkuat agar proses digitalisasi berjalan maksimal dan seluruh informasi dapat terintegrasi dengan baik.

Retno berharap penguatan layanan digital tersebut mampu meningkatkan kepuasan masyarakat sekaligus memperluas akses informasi publik bagi seluruh warga Kota Bontang.

“Ke depan kami ingin masyarakat semakin mudah memperoleh layanan perpustakaan maupun kearsipan tanpa terkendala jarak dan waktu,” pungkasnya.