AksaraKaltim – Atmosfer panas membungkus lapangan hijau antara Tanjung Laut dan Loktuan di final Pukul Kaltim Cup 2025.
Kedua tim tampil ngotot sejak peluit awal dibunyikan, mempersembahkan jual beli serangan, sehingga membuat ribuan suporter tak henti-hentinya bersorak di tribun.
Pertandingan dimulai dengan peluang emas bagi Tanjung Laut. Pemain bernomor punggung 9 berhasil menyambut umpan matang di depan gawang Loktuan. Sayangnya, bola gagal dikontrol dengan sempurna dan peluang pun hilang.
Tidak tinggal diam, Loktuan langsung melancarkan serangan balik cepat yang berhasil membobol gawang Tanjung Laut. Namun, gol tersebut dianulir wasit karena terjadi pelanggaran terhadap kiper Tanjung Laut.
Tanjung Laut kemudian menggempur pertahanan Loktuan melalui dua peluang beruntun. Tendangan keras dari Elo nyaris menjebol gawang, namun berhasil ditepis kiper Vinsen. Bola liar di depan kemudian hanya membentur tiang kanan kiper.
Di tengah panas adu serangan, para suporter kedua tim tak henti memberikan semangat, menciptakan aura final yang begitu hidup.
Tanjung Laut terus mendominasi permainan lewat umpan-umpan panjang dan pergerakan gelandang kreatif mereka. Meski begitu, Loktuan tetap memberi perlawanan lewat serangan balik cepat.
Wasit mengeluarkan beberapa kartu kuning akibat kerasnya pertandingan. Pemain Loktuan bernomor punggung 69 harus menerima kartu kuning usai menjatuhkan pemain lawan. Menjelang akhir babak pertama, Loktuan mulai menaikkan intensitas serangan, namun hingga peluit dibunyikan, skor tetap imbang tanpa gol.
Babak Kedua
Memasuki babak kedua, tempo pertandingan semakin memanas. Loktuan membuka skor lebih dulu lewat Nando yang berhasil menyambut umpan silang akurat dengan sundulannya ke gawang Tanjung Laut. Skor berubah menjadi 1-0.
Namun keunggulan itu tak bertahan lama. Tanjung Laut membalas gol tersebut lewat tandukan tajam Risaldi yang memanfaatkan bola mati dengan sempurna. Skor kembali imbang 1-1, membuat tensi laga semakin tinggi.
Kartu kuning kembali dikeluarkan wasit, kali ini untuk dua pemain Tanjung Laut, nomor punggung 22 dan 10, akibat pelanggaran keras. Loktuan pun kembali kehilangan satu pemain karena cedera, nomor 12 harus ditandu keluar lapangan dan digantikan.
Jelang akhir pertandingan, Tanjung Laut hampir saja mencetak gol kemenangan. Bola yang mengarah langsung ke gawang Loktuan berhasil ditepis oleh Vinsen, sang penjaga gawang yang tampil gemilang malam itu.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap bertahan 1-1. Pertandingan penuh drama dan tensi ini menjadi bukti bahwa kedua tim layak berada di final.
Sampai berita ini ditulis, kedua belah tim tengah mempersiapkan penendang untuk adu pinalti.






