AksaraKaltim — Festival Budaya Erau Adat Kutai Pelas Benua 2025 dipastikan kembali digelar pada 21–28 September 2025 di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur.
Agenda tahunan ini merupakan puncak budaya Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang sarat nilai adat dan tradisi.
Polres Kukar memastikan keamanan saat berlangsungnya Erau Pelas Benua di Tenggarong.
Kabag Ops Polres Kukar, Kompol Roganda, mengatakan pengamanan yang dilibatkan dari berbagai unsur. Mulai dari TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Pemadam Kebakaran, hingga unsur pengamanan internal Kesultanan Kutai.
Kompol Roganda menegaskan bahwa Polri menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan Erau.
“Erau Adat Kesultanan adalah agenda budaya tahunan Kabupaten Kutai Kartanegara yang juga tercantum dalam kalender nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Pariwisata. Oleh karena itu, pengamanan harus dilakukan secara maksimal agar seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib, dan lancar,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam setiap tindakan pengamanan. Namun, jika terjadi situasi di luar kendali, pihak kepolisian bersama Satpol PP akan bertindak sesuai hukum positif yang berlaku.
Rangkaian kegiatan Erau Adat Kesultanan 2025 akan diawali dengan gladi pada Jumat (19/9/2025), pembukaan resmi pada Minggu (21/9/2025), dan akan berakhir pada Minggu (28/9/2025).
Polres Kutai Kartanegara memastikan kesiapan penuh untuk mengawal jalannya pesta adat dan budaya terbesar di Kukar, serta memastikan keamanan bagi masyarakat maupun wisatawan yang hadir.
Untuk menjamin kelancaran dan keamanan seluruh rangkaian acara, Kesultanan Kutai tidak hanya mengandalkan aparat penegak hukum, tetapi juga melibatkan pasukan adat dalam jumlah besar.
“Langkah ini diambil guna menjaga prosesi adat serta sejumlah titik vital pelaksanaan ritual, khususnya di dalam kompleks Keraton Kutai Kartanegara yang dianggap sebagai kawasan sakral,” paparnya
Ketua Umum Remaoeng Kutai Berjaya (RKB), Hebby Nurlan Arafat, menyampaikan bahwa pihaknya akan mengerahkan antara 1.000 hingga 1.500 pasukan adat untuk mendukung pengamanan.
“Jumlah besar ini diperlukan untuk mengawal berbagai titik penting acara, mulai dari prosesi adat hingga kawasan dalam keraton. Fokus pengamanan dimulai sejak upacara awal, yakni Besawai, hingga pembukaan resmi yang digelar siang dan malam hari,” ujar Hebby
Ia menambahkan, pengamanan khusus di dalam keraton akan diprioritaskan untuk mendampingi Yang Mulia Sultan Aji Muhammad Arifin selama prosesi berlangsung.
“Pada acara penutupan dan prosesi Belimbur, kami juga konsisten menjaga agar tidak ada oknum yang menodai jalannya acara,” tegasnya.






