AksaraKaltim – Pusat Hubungan Masyarakat (PHM) menggelar aksi di depan Gedung DPRD Bontang. Aksi massa diperkirakan mencapai ratusan orang.
Dari pantauan di lapangan, terlihat Wakil Ketua DPRD Bontang Maming dan Sitti Yara, Wakil Ketua Komisi A Heri Keswanto, Ketua Komisi B Rustam, Ketua Komisi C Alvin Rausan Fikri.
Kemudian, anggota komisi lainnya, seperti Joni A Padang, Winardi, Ubayya Bengawan, Sumardi, Nursalam, Saeful Rizal, Sam Nalpa Mario, Bonie, Yusuf, Muhammad Irfan.
Perwakilan PHM sekita 30 orang pun diminta masuk ke dalam Gedung DPRD untuk membahas lebih lanjut mengenai tuntutan mereka.
Sampai berita ini ditulis, hearing antara DPRD dan PHM tengah berlangsung.
Adapun sembilan tuntutan PHM adalah sebagai berikut:
1. Pemberhentian tenaga kerja honorer Pemerintah Kota Bontang di bawah dua tahun sebanyak 230 orang untuk dapat dipekerjakan kembali dan dikembalikan statusnya sebagai tenaga kerja honorer.
2. Kami tidak menghendaki rumah jabatan wali kota dan wakil wali kota serta ketua DPRD Bontang yang akan dipindahkan dan akan dibangun Hotel Bintang 5 di lokasi tersebut
3.Pengusaha dan kontraktor lokal Bontang dapat diberdayakan dalam berpartisipasi terhadap proyek-proyek pembangunan yang ada di Pemerintah Kota Bontang.
4. Pengangguran masih tinggi di Kota Bontang
5. Rencana rekrutmen tenaga kerja pendampingan RT sebanyak 60 orang mengapa tidak dilibatkan semua RT se-Bontang
6. Anggota DPRD Kota Bontang yang merangkap jabatan kami mengetahui dan mempunyai data orangnya dan rencana minggu depan akan kami laporkan ke kepolisian dan kejaksaan oknum anggota Dewan tersebut.
7. Aspirasi anggota DPRD Bontang hanya sebesar Rp400 juta setahun mohon diperhatikan oleh Ketua DPRD Bontang yang biasanya mencapai Rp1-1,5 miliar rupiah setahunnya.
8. Dari ke-25 anggota DPRD Bontang kami mengetahui ada beberapa orang yang mempunyai dosa kami mempunyai data orang tersebut dan ingat sewaktu-waktu kami tidak segan-segan melaporkan kasus tersebut ke Kepolisian dan Kejaksaan maupun KPK.
9. Waktu bekerja anggota DPRD Bontang terhitung 2 – 3 hari (Senin, Selasa dan Rabu) saja berada di Bontang selebihnya bepergian ke luar Kota Bontang.






