Gunakan NPK Pelangi JOS, Hasil Kentang Modoinding Minahasa Selatan Naik 55 Persen

Hasil panen petani di Minahasa Selatan meningkat berkat menggunakan NPK Pelangi JOS. (Corcom PKT)

AksaraKaltim – PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) kembali membuktikan keunggulan dan kualitas NPK Pelangi JOS, melalui Demonstration Plot (Demplot) komoditas kentang di Desa Linelean Kecamatan Modoinding, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara.

Demplot menggandeng Kelompok Tani Jaya Desa Linelean dengan peningkatan hasil mencapai 55 persen dari sebelumnya, untuk masa tanam selama 120 hari.

Koordinator Penjualan Retail PKT Wilayah Sulamapa Deny Indra Pratama mengungkapkan, dari perhitungan rata-rata hasil demplot kentang Modoinding mencapai 15,8 ton per hektare. Dibanding perlakuan petani dengan hasil maksimal 9,9 ton per hektare. Hal ini menunjukkan penggunaan NPK Pelangi JOS mampu meningkatkan hasil panen kentang sebesar 5,9 ton per hektare.

“Dari demplot ini bisa dilihat peningkatan produktivitas hasil pertanian, karena NPK Pelangi JOS sangat cocok untuk segala jenis tanaman. Mulai tanaman pangan, hortikultura maupun perkebunan,” kata Deny, saat panen perdana demplot kentang di Desa Linelean Modoinding, Selasa (12/7/2022).

Dikatakan, NPK Pelangi JOS sebagai produk terbaru PKT merupakan inovasi pertama di Indonesia yang memadukan fungsi pupuk NPK dan pupuk hayati dalam satu produk. Salah satu keunggulannya, NPK Pelangi JOS mampu menjadikan tanah makin kaya akan nutrisi tanpa harus kehilangan daya dukung lahan, sehingga petani lebih efisien dalam pemakaian.

BACA JUGA:  Perluas Pasar UMKM Binaan, Pupuk Kaltim Sasar Jaringan Ritel Wisata Yogyakarta

Beberapa daerah yang telah melaksanakan uji coba demplot pun telah membuktikan efektivitas NPK Pelangi JOS, dengan peningkatan hasil panen pada berbagai komoditas seperti kentang, padi, sawi putih dan bawang merah. Rata-rata peningkatan hasil mencapai 15-50 persen dari sebelumnya, untuk penggunaan dosis 70 hingga 100 persen.

“Untuk itu kami berharap para petani tidak perlu ragu akan kualitas NPK Pelangi JOS. Jika diaplikasikan dengan perlakuan serta dosis yang tepat, unsur hara akan cepat terurai dan tersedia bagi tanaman sehingga tidak menjadi residu dalam tanah,” terang Deny.

Kelompok Tani Jaya Desa Linelean Steven Kapahang, mengakui keunggulan NPK Pelangi JOS setelah melihat peningkatan hasil panen kentang yang jauh lebih tinggi dari sebelumnya. Selain itu produk terbaru PKT ini juga terbukti mampu meningkatkan kualitas tanaman. Di mana biji kentang yang didapatkan jauh lebih besar dibanding perlakuan kebiasaan petani.

“Dari demplot ini kami membuktikan sendiri kualitas NPK Pelangi JOS, dan ke depan kami sangat merekomendasikan produk ini agar hasil panen tetap tinggi dan berkualitas,” ungkap Steven.

BACA JUGA:  HUT Pupuk Kaltim Ke-47: Tegaskan Komitmen untuk Pemberdayaan SDM dan Inovasi Berkelanjutan

Keunggulan lain NPK Pelangi JOS juga terlihat saat masa tanam hingga panen dengan curah hujan yang tergolong tinggi. Kondisi ini biasanya cenderung membuat tanaman diserang jamur yang sulit dikendalikan, dan biji kentang hasil tanam pun terancam membusuk. Namun dengan penggunaan NPK Pelangi JOS, kentang masih dalam kondisi segar dan sehat, tanpa ada serangan jamur sedikitpun saat di panen.

“Ini menjawab persoalan dan kendala kami selama ini untuk menghasilkan kentang berkualitas. Kami pun mengimbau para petani untuk tidak ragu menggunakan NPK Pelango JOS, karena hasil yang didapatkan terbukti sangat baik,” tambah Steven.

Mewakili Pemerintah Daerah, Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Modoinding Renly Liow, pun mengapresiasi kontribusi PKT dalam mendorong peningkatan hasil pertanian kentang di Desa Linelean melalui demplot yang dilaksanakan. Terlebih melihat hasil panen pasca penimbangan, didapati berat kentang mencapai 0,6 Kilogram (Kg) per pohon, dari sebelumnya hanya berkisar 0,4 kilogram per pohon.

BACA JUGA:  Pupuk Kaltim Cup 2024 Resmi Dibuka, Peserta Diminta Junjung Tinggi Sportivitas

Dari jumlah tersebut, produktivitas kentang Linelean kedepannya sangat berpotensi meningkat drastis dengan penggunaan NPK Pelangi JOS, untuk standar 40.000 pohon per hektare dengan perkiraan hasil rata-rata 20 ton per hektare.

“Melihat hasil yang didapatkan, panen kentang kali ini merupakan yang terbaik, ditengah kondisi cuaca yang tidak menentu,” ucap Renly.

Melihat keterbatasan kuota pupuk bersubsidi saat ini, kehadiran NPK Pelangi JOS sebagai salah satu produk non subsidi PKT dinilai bisa menjadi jawaban untuk peningkatan produktivitas dengan hasil yang teruji, sehingga ketergantungan petani akan pupuk bersubsidi bisa terus ditekan.

Dirinya pun berharap PKT dapat terus melakukan pendampingan bagi para petani agar produktivitas serupa mampu dicapai dengan lebih optimal. Apalagi Kecamatan Modoinding merupakan daerah penghasil dan penyalur tanaman hortikultura terbesar, khususnya untuk kawasan Indonesia Timur dan sebagian Indonesia Tengah.

“NPK Pelangi JOS ini bisa menjadi solusi bagi petani untuk mendorong produktivitas kentang khususnya di Kecamatan Modoinding ini, sehingga hasil pertanian kedepan mampu meningkat lebih signifikan,” pungkas Renly. (adv)

content-ciaa-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

sabung ayam online

judi bola

live casino

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

SLOT THAILAND

cuaca 228000590

cuaca 228000591

cuaca 228000592

cuaca 228000593

cuaca 228000594

cuaca 228000595

cuaca 228000596

cuaca 228000597

cuaca 228000598

cuaca 228000599

cuaca 228000600

cuaca 228000601

cuaca 228000602

cuaca 228000603

cuaca 228000604

cuaca 228000605

cuaca 228000606

cuaca 228000607

cuaca 228000608

cuaca 228000609

cuaca 228000610

cuaca 228000611

cuaca 228000612

cuaca 228000613

cuaca 228000614

cuaca 228000615

cuaca 228000616

cuaca 228000617

cuaca 228000618

cuaca 228000619

cuaca 228000620

cuaca 228000621

cuaca 228000622

cuaca 228000623

cuaca 228000624

cuaca 228000625

cuaca 228000626

cuaca 228000627

cuaca 228000628

cuaca 228000629

cuaca 228000630

cuaca 228000631

cuaca 228000632

cuaca 228000633

cuaca 228000634

cuaca 228000635

cuaca 228000636

cuaca 228000637

cuaca 228000638

cuaca 228000639

cuaca 228000640

cuaca 228000641

cuaca 228000642

cuaca 228000643

cuaca 228000644

cuaca 228000645

cuaca 228000646

cuaca 228000647

cuaca 228000648

cuaca 228000649

cuaca 228000650

info 328000526

info 328000527

info 328000528

info 328000529

info 328000530

info 328000531

info 328000532

info 328000533

info 328000534

info 328000535

info 328000536

info 328000537

info 328000538

info 328000539

info 328000540

info 328000541

info 328000542

info 328000543

info 328000544

info 328000545

info 328000546

info 328000547

info 328000548

info 328000549

info 328000550

info 328000551

info 328000552

info 328000553

info 328000554

info 328000555

info 328000556

info 328000557

info 328000558

info 328000559

info 328000560

berita 428011421

berita 428011422

berita 428011423

berita 428011424

berita 428011425

berita 428011426

berita 428011427

berita 428011428

berita 428011429

berita 428011430

berita 428011431

berita 428011432

berita 428011433

berita 428011434

berita 428011435

berita 428011436

berita 428011437

berita 428011438

berita 428011439

berita 428011440

berita 428011441

berita 428011442

berita 428011443

berita 428011444

berita 428011445

berita 428011446

berita 428011447

berita 428011448

berita 428011449

berita 428011450

berita 428011451

berita 428011452

berita 428011453

berita 428011454

berita 428011455

berita 428011456

berita 428011457

berita 428011458

berita 428011459

berita 428011460

kajian 638000002

kajian 638000003

kajian 638000004

kajian 638000005

kajian 638000006

kajian 638000007

kajian 638000008

kajian 638000009

kajian 638000010

kajian 638000011

kajian 638000012

kajian 638000013

kajian 638000014

kajian 638000015

kajian 638000016

kajian 638000017

kajian 638000018

kajian 638000019

kajian 638000020

kajian 638000021

kajian 638000022

kajian 638000023

kajian 638000024

kajian 638000025

kajian 638000026

kajian 638000027

kajian 638000028

kajian 638000029

kajian 638000030

kajian 638000031

kajian 638000032

kajian 638000033

kajian 638000034

kajian 638000035

kajian 638000036

kajian 638000037

kajian 638000038

kajian 638000039

kajian 638000040

article 788000001

article 788000002

article 788000003

article 788000004

article 788000005

article 788000006

article 788000007

article 788000008

article 788000009

article 788000010

article 788000011

article 788000012

article 788000013

article 788000014

article 788000015

article 788000016

article 788000017

article 788000018

article 788000019

article 788000020

article 788000021

article 788000022

article 788000023

article 788000024

article 788000025

article 788000026

article 788000027

article 788000028

article 788000029

article 788000030

content-ciaa-1701