DPK Bontang Perkuat Transformasi Digital Arsip, Jadi Rujukan Pengembangan Antar Daerah

AksaraKaltim – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DPK) Kota Bontang menjadi tujuan kunjungan kerja Komisi IV DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara dalam forum koordinasi yang digelar di aula utama dinas. Pertemuan tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus studi banding terkait penguatan sistem kearsipan dan literasi berbasis digital yang tengah dikembangkan di Bontang.

Kepala DPK Kota Bontang, Retno Febriaryanti, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerapkan sistem digitalisasi kearsipan terintegrasi. Sistem tersebut memungkinkan proses pencarian, penyimpanan, hingga pengelolaan dokumen berjalan lebih cepat, tertib, dan aman dari risiko kehilangan data.

“Digitalisasi ini kami lakukan untuk memastikan seluruh arsip daerah dapat dikelola dengan lebih cepat, aman, dan mudah diakses. Ini adalah bagian dari transformasi layanan kami menuju tata kelola yang modern,” kata Retno, Kamis (4/6/2026).

Selain itu, DPK Bontang juga mengembangkan konsep perpustakaan inklusif yang ramah anak serta menyediakan akses bagi penyandang disabilitas.

“Hal ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan layanan literasi kepada seluruh lapisan masyarakat,” timpal Retno.

Sementara, dalam bidang kearsipan, Retno turut memaparkan pengelolaan arsip statis daerah yang dilakukan dengan standar ketat. Mulai dari pengaturan kebersihan, zonasi penyimpanan, hingga stabilitas suhu ruangan diterapkan untuk menjaga keutuhan arsip bersejarah.

“Arsip statis memiliki nilai historis yang sangat penting, sehingga pengelolaannya harus benar-benar memenuhi standar preservasi. Kami memastikan semua proses dilakukan dengan sangat hati-hati,” terangnya.

Menurutnya, transformasi yang dilakukan tidak hanya berfokus pada modernisasi sistem, tetapi juga pada standardisasi layanan berbasis teknologi. Ia menegaskan bahwa langkah ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Kalimantan Timur.

DPK Bontang juga menyatakan kesiapan untuk memberikan pendampingan teknis apabila Kutai Kartanegara ingin mengadopsi sistem serupa.

“Kolaborasi antar daerah penting menjadi kunci dalam memperkuat tata kelola kearsipan yang lebih modern dan akuntabel,” tandasnya.