Kekerasan Seksual Terhadap Anak Marak di Bontang, Sitti Yara: Kurangnya Edukasi Pemerintah ke Masyarakat

AksaraKaltim – Wakil Ketua DPRD Kota Bontang, Sitti Yara menilai tingginya kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur di Bontang, karena minimnya sosialisasi pemerintah ke warga.

Menurutnya, jarangnya pemerintah memberikan sosialisasi dan edukasi soal kekerasan seksual pada anak di bawah umur, diduga berimbas pada perilaku para orang tua yang juga turut minim dalam memberikan edukasi kepada anak mereka.

BACA JUGA:  Muhammad Sahib Minta Pemkot Serius Tangani Kejelasan Status Mahasiswa Trunajaya

“Harusnya pemerintah rutin sosialisasi ke masyarakat agar warga teredukasi,” kata dia.

Dijelaskan Sitti, apabila warga rutin mendapatkan sosialisasi tentang bahaya kekerasan seksual. Maka orang tua akan selalu mengedukasi anaknya soal seks.

“Namanya anak-anak tidak bisa hanya sekali dikasih pemahaman, harus berulang,” paparnya.

Kata Sitti, ketika anak paham area tubuh mereka yang tidak boleh disentuh orang asing, saat mereka mengalami hal tersebut maka anak tersebut akan langsung bercerita kepada orang tua mereka.

BACA JUGA:  Soal Wacana Pembangunan Hotel Mewah di Bontang, Nursalam Sarankan Pemkot Gandeng Investor

“Pelaku bisa melakukan berulang-ulang karena anak tidak paham,” terangnya.

Di akhir, Sitti berharap ke depan anak-anak di Bontang bisa memahami apa itu pelecehan seksual dan bahayanya, sehingga mereka bisa terhindar dan tidak menjadi korban.

Diketahui, berdasarkan data Poles Bontang kasus kekerasan anak dan perempuan di Bontang tembus 33 kasus per 27 Juli 2025. Dirincikan, kasus persetubuhan 16 kasus, pencabulan sebanyak 6 kasus. Kemudian kekerasan terhadap anak sebanyak 5 kasus. Disusul kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) 4 kasus. Lalu, perzinahan dan penganiayaan masing-masing satu kasus.