AksaraKaltim – Kapal taksi penumpang KM Dahliya F3 yang melayani rute Samarinda-Long Bagun tenggelam di perairan Sungai Mahakam, tepatnya di kawasan Ulak Besar, Desa Rantau Hempang, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 16.30 Wita.
Direktorat Polairud Polda Kalimantan Timur menyebutkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh penumpang dan awak kapal dilaporkan selamat dan telah dievakuasi.
Berdasarkan laporan kepolisian, kapal berangkat dari Pelabuhan Samarinda sekitar pukul 07.00 Wita dengan tujuan Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Kutai Barat. Kapal mengangkut sembako serta penumpang.
Nahkoda KM Dahliya F3, Mansah (45), menjelaskan saat kejadian kapal berada di tengah perjalanan ketika melintasi perairan Ulak Besar. Di lokasi tersebut, kapal diduga diterjang arus deras Sungai Mahakam.
“Kapten kapal menerangkan bahwa kapal oleng setelah terkena arus deras dengan kondisi muatan berat,” demikian keterangan dalam laporan kepolisian dilansir Prokal.co.
Polisi menduga kapal mengalami kelebihan muatan (over capacity) sehingga kehilangan keseimbangan dan akhirnya tenggelam.
Data manifes mencatat total 42 orang di atas kapal, terdiri dari 30 penumpang dewasa, 6 anak-anak, serta 1 nahkoda dan 6 anak buah kapal (ABK). Namun hasil pendataan di lapangan menunjukkan jumlah sebenarnya mencapai 52 orang, yakni 42 penumpang dan 10 kru kapal. Artinya terdapat penambahan 10 orang dari data manifes.
Meski kapal tenggelam, seluruh penumpang dan ABK berhasil menyelamatkan diri. Saat ini mereka berada di kediaman Camat Muara Kaman untuk proses pendataan lebih lanjut.
Kerugian materiel akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp 1,5 miliar, meliputi badan kapal dan mesin, muatan sembako, serta enam unit sepeda motor yang ikut tenggelam.
Petugas dari Dit Polairud Polda Kaltim bersama Polsek Muara Kaman dan Sat Polairud Polres Kukar telah mendatangi lokasi kejadian, melakukan evakuasi, serta meminta keterangan sejumlah saksi.
Nahkoda kapal saat ini telah diamankan di Polsek Muara Kaman untuk dimintai keterangan dan menjalani proses penyelidikan lebih lanjut.
Polisi masih mendalami penyebab pasti kecelakaan air tersebut, termasuk dugaan kelebihan muatan dan faktor arus deras di kawasan Ulak Besar Sungai Mahakam.






