AksaraKaltim – Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Yuti Nurhayati, menegaskan pentingnya peran pendidikan nonformal sebagai jalur yang terstruktur, terencana, dan berjenjang di luar sekolah formal.
Penyelenggaraan PNF di Bontang sudah terwadahi secara resmi. Saat ini, terdapat Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) yang berstatus negeri serta sejumlah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang berstatus swasta.
“Untuk PNF, sudah diwadahi melalui SKB yang statusnya negeri. Selain itu, ada 16 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) swasta. Total ada 17 sekolah PNF di Bontang,” jelasnya, Sabtu (6/12/2025).
SKB dan PKBM, memfasilitasi warga yang kurang beruntung dalam hal pendidikan, termasuk mereka yang putus sekolah atau mengalami perpindahan sekolah tapi ada kendala dan hal lainnya.
Program-program PNF ini mendapat dukungan dana dari pemerintah pusat dan daerah. Dana tersebut dialokasikan untuk operasional dan juga untuk para tutor atau pengajar.
Yuti juga menambahkan bahwa terdapat standar kualifikasi minimal bagi para tutor yang mengajar di jenjang pendidikan setara SD hingga SMA. Setidaknya harus pernah mengenyam pendidikan di bangku kuliah atau Strata (S1).
“Minimal untuk tutor harus berpendidikan S1, karena yang menjadi peserta didik mulai dari Paket A (setara SD), B (setara SMP) dan C (setara SMA),” diakhirinya.
Standar ini diterapkan untuk memastikan kualitas pengajaran dan hasil belajar yang maksimal bagi peserta didik PNF.
Dihimpun dari berbagai sumber, PNF tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap pendidikan formal, tetapi juga dapat mengganti atau menambah pendidikan formal. Hasil dari pendidikan nonformal, seperti kursus, pelatihan, kelompok belajar, dan pendidikan kesetaraan (Paket A, B, dan C), dapat disetarakan dengan pendidikan formal setelah melalui proses penilaian.
PNF juga hadir sebagai solusi untuk mengembangkan potensi peserta didik dengan fokus pada keterampilan fungsional, kecakapan hidup, dan kepribadian profesional, guna memenuhi kebutuhan belajar seumur hidup.






