RDMP Balikpapan Beroperasi, Indonesia Siap Hentikan Impor Solar

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. (Ist)

AksaraKaltim – Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan di Kalimantan Timur resmi beroperasi. Proyek modernisasi kilang ini membuat kapasitas Kilang Balikpapan milik PT Pertamina (Persero) meningkat 100.000 barrel per hari.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, dengan beroperasinya RDMP maka kapasitas produksi Kilang Balikpapan menjadi sebesar 360.000 barrel per hari dari sebelumnya 260.000 barrel per hari.

Dengan peningkatan produksi itu, maka akan mengurangi ketergantungan RI terhadap impor bahan bakar minyak.

Pemerintah pun berencana menyetop impor BBM jenis gasoil atau solar mulai tahun ini.

“Untuk solar, tahun ini, alhamdulillah atas perintah Bapak Presiden, maka mulai yang sekarang kita bicara ini, tidak ada lagi impor solar untuk insya Allah ke depan,” ucapnya dalam acara peresmian RDMP Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026) dilansir Kompas.com.

Ia menuturkan, pemerintah akan menyetop impor solar CN 48 mulai awal 2026, kemudian berlanjut ke solar CN 51 pada semester II 2026.

BACA JUGA:  Hari Ini Harga Pertamax Resmi Turun Menjadi Rp12.800

Selain karena produksi yang bertambah dari beroperasinya RDMP Balikpapan, penggunaan solar juga menjadi lebih hemat karena program mandatori B50 (campuran 50 persen minyak sawit dan 50 persen solar) yang akan diberlakukan mulai tahun ini.

Bahlil bilang, total kebutuhan solar dalam negeri mencapai 38 juta kiloliter (KL) per tahun dengan sebanyak 5 juta KL masih dipenuhi dari impor.

Namun dengan RDMP dan mandatori biodiesel maka kebutuhan 5 juta KL tersebut bisa dipenuhi dari dalam negeri.

BACA JUGA:  Jelang Lebaran Konsumsi BBM dan LPJ Diprediksi Meningkat, Satgas RAFI Pertamina Pantau Distribusi di Lapangan

“Impor kita tinggal 5 juta KL, jadi sudah tertutupi, bahkan surplus 1,4 juta KL. Itu solar untuk CN 48,” ucapnya. “Sementara CN 51, impor kita itu hanya 600.000 KL. Nanti di semester ke II, Pertamina saya minta untuk membangun agar tidak kita impor,” lanjut Bahlil.

Selain solar, pemerintah juga berupaya menekan impor gasoline atau bensin.

Saat ini konsumsi bensin nasional mencapai 38 juta KL per tahun, sementara produksi dalam negeri berada di kisaran 14,25 juta KL, sehingga sekitar 23 juta KL dipenuhi dari impor.

Kini dengan beroperasinya RDMP disebut akan menambah produksi bensin nasional sebanyak 5,8 juta KL.

BACA JUGA:  Pertamina Siapkan Bengkel Gratis Bagi Kendaraan Rusak Akibat BBM

Maka kebutuhan impor menjadi dapat ditekan menjadi berkisar 19 juta KL per tahun.

Tak hanya menekan impor solar dan bensin, pemerintah juga menargetkan penghentian impor avtur pada 2027.

Ke depan, Indonesia akan memfokuskan impor hanya pada minyak mentah (crude) sebagai bahan baku, sementara produk BBM diolah sepenuhnya di dalam negeri.

“Termasuk avtur, insya Allah 2027 kita tidak lagi impor. Ke depan kita akan dorong, atas perintah Pak Presiden, kita hanya mengimpor crude-nya saja,” pungkas Bahlil.

news-1701

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

judi bola online

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

ayowin

yakinjp id

mahjong ways

judi bola online

mahjong ways 2

JUDI BOLA ONLINE

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

mahjong ways slot

sbobet88

live casino online

sv388

taruhan bola online

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

118000171

118000172

118000173

118000174

118000175

118000176

118000177

118000178

118000179

118000180

118000181

118000182

118000183

118000184

118000185

118000186

118000187

118000188

118000189

118000190

118000191

118000192

118000193

118000194

118000195

118000196

118000197

118000198

118000199

118000200

118000201

118000202

118000203

118000204

118000205

118000206

118000207

118000208

118000209

118000210

118000211

118000212

118000213

118000214

118000215

128000176

128000177

128000178

128000179

128000180

128000181

128000182

128000183

128000184

128000185

128000186

128000187

128000188

128000189

128000190

128000191

128000192

128000193

128000194

128000195

128000196

128000197

128000198

128000199

128000200

128000201

128000202

128000203

128000204

128000205

138000141

138000142

138000143

138000144

138000145

138000146

138000147

138000148

138000149

138000150

138000151

138000152

138000153

138000154

138000155

138000156

138000157

138000158

138000159

138000160

138000161

138000162

138000163

138000164

138000165

138000166

138000167

138000168

138000169

138000170

148000176

148000177

148000178

148000179

148000180

148000181

148000182

148000183

148000184

148000185

148000186

148000187

148000188

148000189

148000190

148000191

148000192

148000193

148000194

148000195

148000196

148000197

148000198

148000199

148000200

148000201

148000202

148000203

148000204

148000205

168000146

168000147

168000148

168000149

168000150

168000151

168000152

168000153

168000154

168000155

168000156

168000157

168000158

168000159

168000160

168000161

168000162

168000163

168000164

168000165

168000166

168000167

168000168

168000169

168000170

168000171

168000172

168000173

168000174

168000175

178000181

178000182

178000183

178000184

178000185

178000186

178000187

178000188

178000189

178000190

178000191

178000192

178000193

178000194

178000195

178000196

178000197

178000198

178000199

178000200

178000201

178000202

178000203

178000204

178000205

178000206

178000207

178000208

178000209

178000210

178000211

178000212

178000213

178000214

178000215

178000216

178000217

178000218

178000219

178000220

178000221

178000222

178000223

178000224

178000225

188000236

188000237

188000238

188000239

188000240

188000241

188000242

188000243

188000244

188000245

188000246

188000247

188000248

188000249

188000250

188000251

188000252

188000253

188000254

188000255

188000256

188000257

188000258

188000259

188000260

188000261

188000262

188000263

188000264

188000265

198000151

198000152

198000153

198000154

198000155

198000156

198000157

198000158

198000159

198000160

198000161

198000162

198000163

198000164

198000165

198000166

198000167

198000168

198000169

198000170

238000031

238000032

238000033

238000034

238000035

238000036

238000037

238000038

238000039

238000040

238000151

238000152

238000153

238000154

238000155

238000156

238000157

238000158

238000159

238000160

238000161

238000162

238000163

238000164

238000165

238000166

238000167

238000168

238000169

238000170

238000171

238000172

238000173

238000174

238000175

238000176

238000177

238000178

238000179

238000180

238000181

238000182

238000183

238000184

238000185

228000051

228000052

228000053

228000054

228000055

228000056

228000057

228000058

228000059

228000060

news-1701