Sinergi Jaga Pesisir Bontang, Pupuk Kaltim Tanam 1.000 Bibit Mangrove di Pulau Gusung

AksaraKaltim – Tingkatkan kontribusi dalam mendorong perbaikan lingkungan dan konservasi kawasan, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) melalui Employee Volunteering Initiation (Evolution) gelar penanaman 1.000 bibit mangrove di Pulau Gusung, Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara.

Kegiatan bertajuk “Penanaman Mangrove untuk Pengendalian Abrasi Pulau Gusung (PERISAI GUSUNG) tersebut, setidaknya diikuti 110 karyawan dari berbagai unit kerja Pupuk Kaltim, berkolaborasi bersama Pemkot Bontang hingga masyarakat setempat.

Pgs VP TJSL Pupuk Kaltim Lendl Wibisana, mengatakan Evolution kali ini mengambil makna strategis dalam konteks pelestarian lingkungan dan sosial kemasyarakatan, melalui semangat kerelawanan karyawan sebagai bagian dari kontribusi aktif Perusahaan terhadap pembangunan berkelanjutan.

Terlebih Pulau Gusung merupakan salah satu kawasan pesisir Bontang yang memiliki nilai ekologis dan sosial, dengan ekosistem mangrove sebagai benteng alami terhadap abrasi. Namun seiring waktu, tekanan lingkungan dan perubahan iklim berdampak pada berkurangnya tutupan mangrove, yang berisiko mengancam keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar.

“Seluruh relawan Evolution kali ini berasal dari 45 unit kerja perusahaan, sebagai wujud nyata kepedulian insan Pupuk Kaltim terhadap tantangan ekologis yang dihadapi wilayah pesisir Bontang, utamanya abrasi dan degradasi ekosistem mangrove,” ujar Lendl, saat membuka kegiatan, Kamis (7/8/2025).

BACA JUGA:  Peringatan Hakordia 2023, Pupuk Kaltim Dorong Peran Masyarakat Cegah Korupsi Sejak Dini

Menurut dia, aksi sosial lingkungan seperti ini mencerminkan nilai luhur yang diusung Pupuk Kaltim sebagai bagian dari Pupuk Indonesia Grup, yang tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga peduli terhadap keberlanjutan sosial dan ekologis. Dimana 1.000 bibit mangrove yang kali ini ditanam, merupakan hasil budidaya masyarakat Pulau Gusung yang sebelumnya telah didampingi melalui program pemberdayaan lingkungan.

Hal ini secara tidak langsung menunjukkan program konservasi tidak hanya bersifat sesaat, tetapi menyasar aspek pemberdayaan ekonomi masyarakat yang hidup berdampingan langsung dengan kawasan konservasi.

“Melalui Evolution, Pupuk Kaltim berupaya menjadikan semangat kerelawanan sebagai bagian dari kontribusi aktif terhadap pembangunan berkelanjutan, sekaligus mempererat hubungan antara perusahaan dengan masyarakat pesisir Bontang,” lanjut Lendl.

Pada kesempatan itu, Pupuk Kaltim turut menyalurkan bantuan pembangunan turap pulau Gusung senilai Rp270 juta, sebagai bentuk dukungan lebih luas bagi perlindungan pesisir. Bantuan ini diharap makin memperkuat infrastruktur pengendali abrasi, sehingga kawasan pemukiman dan fasilitas umum masyarakat lebih terlindungi dari ancaman gelombang laut.

Hal ini juga bagian dari komitmen Perusahaan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tentang penanganan perubahan iklim, kehidupan bawah air, serta kemitraan untuk mencapai tujuan. Melihat keterlibatan masyarakat dalam seluruh rantai kegiatan, mulai dari pembibitan hingga penanaman yang diperkuat pembangunan turap, Pupuk Kaltim memastikan Evolution tidak berjalan satu arah, namun bagian dari upaya menciptakan dampak jangka panjang untuk dirasakan masyarakat.

BACA JUGA:  Pupuk Kaltim Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan di IKN Nusantara

“Dari kombinasi mangrove dan turap yang dibangun, kita semua berharap Pulau Gusung akan lebih aman dan berkelanjutan dengan kawasan yang semakin terjaga,” tambah Lendl.

Mewakili Pemkot Bontang, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Heru Triatmojo, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pupuk Kaltim melalui Evolution terhadap kelangsungan pulau Gusung, sebagai wujud sinergi bersama Pemerintah dalam menjaga kawasan pesisir secara kontinyu. Kata Heru, kawasan ini sebelumnya memiliki luas mencapai 1.000 meter persegi, namun kini menyusut hingga menyisakan 600 meter persegi akibat adanya abrasi dan tekanan ombak.

Maka dengan gerakan 1.000 bibit mangrove ini, diharap makin menumbuhkan kesadaran bersama untuk berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan dan kawasan pesisir yang lebih terjaga. Mengingat pulau Gusung saat ini menjadi tempat hidup dan bermukim sekitar 100 Kepala Keluarga (KK), yang rata-rata menggantungkan hidup dari melaut.

BACA JUGA:  Buktikan Keunggulan Inovasi, Pupuk Kaltim Raih Tiga Penghargaan Terbaik APQO 2024

“Apa yang dilakukan Pupuk Kaltim hari ini sangat tepat dan patut diapresiasi, mengingat Gusung membutuhkan upaya alami untuk bertahan dari abrasi. Terlebih mangrove yang kita tanam, juga sangat berperan dalam penyerapan emisi karbon di Kota Bontang dan sekitarnya,” tutur Heru.

Seiring terjaganya kawasan dari potensi abrasi yang makin meluas, Gusung ke depan juga diharap dapat memaksimalkan potensi yang dimiliki, seperti halnya wisata pesisir dan sejenisnya. Hal ini sesuai dengan visi Pemkot Bontang untuk terus berbenah, dengan memberi perhatian melalui pemerataan pembangunan di kawasan pesisir.

Untuk itu, Heru pun berpesan agar masyarakat Gusung dapat turut meningkatkan kesadaran dalam menjaga eksosistem mangrove secara berkesinambungan, sehingga seluruh bibit yang ditanam Pupuk Kaltim dapat terjaga dengan manfaat yang maksimal, demi kelangsungan kawasan untuk generasi mendatang.

“Penanaman mangrove ini bagian penting dari sinergi pembangunan daerah, khususnya menjaga keseimbangan ekosistem di pesisir Bontang. Dan kami harap kesadaran kita semua untuk saling dukung dalam menjaganya,” pungkas Heru.