Wawali Bontang Agus Haris: Guru Larang Murid Sekolah Harus Direhab dan Periksa Kejiwaan

AksaraKaltim — Dunia pendidikan Bontang kembali diguncang karena seorang pelajar dilarang masuk sekolah oleh oknum guru.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris dengan lantang mengkritik perilaku oknum guru yang diduga melakukan kekerasan terhadap murid SD. Dalam pernyataan tegasnya, ia menyebut perilaku semacam itu sebagai tindakan orang yang hampir gila dan mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk segera bertindak.

 “Pendidik itu harusnya mengayomi, bukan menyakiti. Orang tua menitipkan anak untuk dididik, bukan dilukai” tegasnya dalam wawancara.

BACA JUGA:  Neni-Agus Haris Kampanye di Pasar Tamrin, Pedagang Minta Pasar Dibenahi

Mantan kepala sekolah tersebut  juga menegaskan, menjadi seorang guru harus mengenal dan paham betul dengan dunia psikologi anak, khususnya SD. Lanjutnya, seharusnya hubungan guru dan murid harus seperti orang tua dengan anak.

Ia menyayangkan jika ada guru yang justru kehilangan kendali hingga melayangkan kekerasan fisik terhadap anak-anak yang bahkan belum baligh, hingga melarang anak untuk ber sekolah.

“Kalau ada guru begitu, saya minta Disdik rehab dia dan periksa kejiwaan. Itu bukan pendidik, tapi ancaman” katanya.

Ia juga mengingatkan, menghadapi murid dengan sifat atau ucapan di luar kendali adalah tantangan seorang guru, bukan alasan untuk marah atau main tangan.

BACA JUGA:  Neni-Agus Haris Berhasil Unggul di TPS Tiga Calon Wali Kota Bontang Mencoblos

Sebelumnya, seorang pelajar pelajar kelas 2 Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Bontang Selatan dilarang ber sekolah oleh wali kelasnya.

Kejadian awal, saat itu orang tua dari murid menjemput anaknya di jam pulang sekolah, Kamis (21/8/2025) lalu, sekitar pukul 10.00 WITA. Sesampainya di gerbang sekolah dia mendapati anaknya menangis.

Sebagai ibu S pun menanyakan kenapa anaknya menangis kepada salah satu orang tua murid lain yang ada di sana. Namun tidak mendapatkan jawaban. Dia pun bertanya kepada anaknya kenapa menangis.

BACA JUGA:  Bangun Folder untuk Tangani Banjir Bontang, Jadi Fokus Utama Neni-Agus Haris

“Anak saya jawab dipukul guru di dada atas bagian kanan (dugaan), saya periksa memang tidak ada memar dan saya tidak masalah itu (dugaan dipukul). Tapi mental anak saya gimana,” ucap orang tua murid berinisial S.