AksaraKaltim – Tercatat sudah ada 14 Dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bontang, dari 22 dapur yang dibutuhkan. Salah satunya yang baru diresmikan hari ini di kawasan Bontang Barat, Jumat (16/1/2026).
Artinya, dari kuota yang telah ditentukan, Kota Bontang masih memerlukan delapan dapur MBG untuk wilayah per kotaan. Sementara untuk kawasan terpencil akan dibangun lima dapur MBG.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris dalam sambutannya mengatakan, besar harapan para orang tua dan pelajar di Kota Bontang agar bisa merasakan manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG), program unggulan Presiden RI.
“Semoga dalam waktu dekat seluruh kebutuhan dapur MBG di Bontang bisa terpenuhi, sehingga semua pelajar bisa menerima manfaat dari program unggulan Pak Prabowo Subianto. Karena banyak tanya kapan sekolah kami dapat, cemburu anak-anak yang belum dapat,” ucapnya saat meremikan dapur MBG ke-14 di Bontang Barat.
Kepala Regional SPPG Bontang, Surya Dwi Saputra menerangkan, awalnya, SPPG memproyeksikan hanya memerlukan 16 dapur. Namun, setelah dilakukan evaluasi, jumlah tersebut bertambah menjadi 22 dapur untuk melayani MBG bagi seluruh pelajar di Bontang.
Hingga saat ini, tercatat ada 14 dapur MBG di Bontang yang telah diresmikan. Rincian, sebanyak 13 dapur sudah beroperasi, tersebar di tiga kecamatan yang ada dan satu baru diresmikan hari ini di kawasan Bontang Barat.
“Awalnya kami menghitung satu dapur bisa melayani 3.500 sampai 4.000 porsi per hari. Tapi, jumlah itu dinilai terlalu banyak (overkapasitas). Karena jumlah porsi per dapur kami tekan demi kualitas, otomatis diperlukan dapur tambahan untuk menutupi kebutuhan total di Bontang,” ungkap Surya.
Kata dia, ada beberapa dapur MBG yang masih dalam tahap pembangunan. Salah satunya, tepat disamping Kantor Urusan Agama Bontang Selatan.
Sementara, untuk MBG di kawasan pesisir atau kawasan terpencil akan dibangun lima dapur. Seperti Pulau Gusung, Selangan, Malahing, Tihi-tihi dan Loktunggul.
“Secara keseluruhan (dengan wilayah terpencil) ada sekitar 28 (dapur MBG) Satu pulau (kawasan terpencil) satu dapur nanti,” diakhirinya.
Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Regional Bontang mengklaim akan tetap berkomitmen dalam menjaga kualitas. Dengan bertambahnya SPPG di Kota Bontang.
Bentuk pengawasan yang dilakukan mulai dari kebutuhan gizi makanan untuk pelajar, Standar Operasional Prosedur (SOP) hingga tata kelola anggaran MBG.
, pihaknya telah menempatkan tiga unsur manajemen di setiap titik SPPG untuk memastikan program berjalan sesuai SOP.
“Pengawasan kami menitipkan tiga manajemen di setiap SPPG. Tugasnya mulai dari mengawasi pemenuhan gizi makanan pada program MBG hingga pengawasan tata kelola keuangan,” ujar Surya saat ditemui, Jumat (15/1/2026).
Surya menjelaskan, pembagian tugas dalam tim pengawas tersebut dilakukan secara detail. Kehadiran ahli gizi menjadi kunci untuk memastikan menu yang sampai ke tangan pelajar memiliki kandungan gizi yang tepat.
Kemudian, Kepala SPPG bertanggung jawab penuh atas sterilisasi dan alur kerja di area dapur. Hal ini termasuk memastikan pihak ketiga atau mitra penyedia jasa konsumsi patuh terhadap aturan yang berlaku.
“Ahli gizi mengawasi makanan, apakah sudah sesuai standar gizinya atau belum. Sedangkan Kepala SPPG mengawasi dapur, memastikan semua bekerja sesuai SOP yang telah disepakati bersama mitra,” jelasnya.
Selain memperketat pengawasan, SPPG Bontang juga melakukan evaluasi terhadap infrastruktur penyaluran. Berdasarkan hasil tinjauan di lapangan, jumlah dapur yang dibutuhkan di Bontang mengalami peningkatan dari rencana awal.






