AksaraKaltim – Sebanyak 55 kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Kota Bontang, Kalimantan Timur, sejak Januari hingga 3 Oktober 2026. Kasus tersebut tersebar di tiga kecamatan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang, Usman, melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Ismail mengatakan bahwa dari data yang ada, Bontang saat ini dalam kondisi siaga karhutla. Karena angka kejadian terbilang besar. Bahkan, luasan lahan yang terbakar untuk saat ini mencapai 82.281 hektare.
“Bahkan ada tiga kejadian yang tidak diketahui luasannya,” ujarnya saat ditemui, Selasa
Dijelaskan Ismail, kasus karhutla saat ini paling banyak terjadi di Kecamatan Bontang Selatan, dengan 28 kejadian. Disusul Bontang Barat dengan 20 kasus dan Bontang Utara dengan delapan kasus.
Salah satu penyebab karhutla adalah badai El Nino. Ismail memperkirakan fenomena ini bakal berlangsung hingga Desember nanti.
Akibat badai El Nino yang berlangsung selama musim kemarau yang berkepanjangan, terjadi dampak berupa kebakaran, krisis kesehatan, dan krisis pangan.
“Badai El Nino diprediksi berlangsung sampai Desember,” ungkap Ismail saat diwawancarai.
Ismail pun menjelaskan saat proses pemadaman mereka juga pernah mengalami kendala dikarenakan medan yang berbukit dan mobil tangki yang sulit mendekati area kebakaran.
Di akhir, apabila kemarau berkepanjangan ini terus berlanjut, kemungkinan kejadian karhutla akan meningkat dan luasan lahan yang ikut terbakar juga akan bertambah.
“Tidak semua medan rata seperti lapangan sepak bola. Ada bukit-bukit yang terkadang susah diakses melalui kendaraan mobil tangki,” diakhirinya.
Penulis : Rahmat Ibnu






