AksaraKaltim – Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq melakukan penilaian Piala Adipura 2026 dengan datang langsung ke Bontang, Sabtu (7/2/2026). Menariknya, kunjungannya ke Bontang kali ini tidak ingin didampingi oleh pejabat, baik dari Pemprov Kaltim maupun Pemkot Bontang.
Menteri LH, Hanif Faisol Nurofiq mengatakan kedatangannya dalam rangka penilaian finalisasi terkait tata kelola sampah. Karena Bontang merupakan salah satu dari empat kabupaten/kota yang nilainya berpotensi mendapatkan Piala Adipura 2026.
“Saya hanya ingin memastikan apakah empat ini memang pantas dengan nilai tersebut atau seperti apa,” ucapnya.
Disinggung mengenai tidak adanya pendampingan dari pejabat setempat maupun dari Provinsi Kaltim, Hanif menyebut jika hal tersebut sengaja dilakukannya.
Pasalnya, ia ingin mendapatkan penilaian yang objektif, dengan mendengarkan langsung pendapat dari masyarakat yang ditemui.
“Sengaja, kami memang tidak ingin didampingi. Supaya tidak digiring opini terhadap tempat-tempat yang dikunjungi. Tujuannya untuk menjaga objektivitas bukan hal lain,” tegasnya.
Setelah melakukan sidak di Bontang, Menteri LH dijadwalkan langsung menuju ke salah satu bandara yang ada di Kaltim untuk bertolak ke Surabaya dan melakukan kegiatan serupa di sana.






