AksaraKaltim – Keterbatasan tenaga arsiparis masih menjadi salah satu kendala utama dalam optimalisasi layanan kearsipan di Kota Bontang.
Kondisi ini membuat pengelolaan arsip di sejumlah perangkat daerah belum berjalan maksimal.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Bontang, Retno Febriaryanti, mengungkapkan bahwa kebutuhan SDM di bidang kearsipan hingga kini belum terpenuhi secara ideal.
“Kekurangan tenaga ahli tersebut berdampak langsung pada kualitas tata kelola arsip,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Ia menyebut, setidaknya masih ada sembilan perangkat daerah yang belum memiliki arsiparis. Akibatnya, pengelolaan arsip di instansi tersebut belum memenuhi standar yang ditetapkan.
Ketimpangan ini memicu belum meratanya kualitas layanan kearsipan antar perangkat daerah. Padahal, pengelolaan arsip yang baik menjadi indikator penting dalam tata kelola pemerintahan yang akuntabel.
“SDM tenaga arsiparis ini perlu ditambah untuk mengoptimalkan layanan kearsipan,” timpalnya.
Selain persoalan SDM, penyerahan arsip statis ke DPK sebagai lembaga kearsipan daerah juga belum berjalan optimal. Padahal arsip statis memiliki nilai strategis sebagai memori kolektif yang harus dijaga keberadaannya.
DPK Bontang pun terus berupaya mendorong pemenuhan tenaga arsiparis, sekaligus meningkatkan kompetensi melalui program pendidikan dan pelatihan berkelanjutan.
Di sisi lain, Retno menekankan pentingnya komitmen seluruh perangkat daerah untuk mendukung tertib arsip.
“DPK juga memberikan apresiasi kepada instansi yang dinilai berhasil mengelola arsip dengan baik sebagai bentuk motivasi peningkatan kinerja,” tandasnya.






