AksaraKaltim – Di tengah dinamika dan berbagai keterbatasan yang dihadapi dalam sektor literasi, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang mengambil langkah berani dengan mengedepankan strategi kolaborasi lintas sektor.
Strategi ini dipandang sebagai solusi fundamental untuk mendongkrak kualitas layanan publik secara menyeluruh.
Kepala DPK Bontang, Retno Febriaryanti, menegaskan bahwa tantangan yang ada tidak bisa diselesaikan secara parsial. Oleh karena itu, pihaknya merangkul berbagai elemen, mulai dari institusi pendidikan, pemerintah kecamatan, hingga perangkat kelurahan untuk bergerak bersama dalam satu visi.
Menurut Retno, tujuan besar dari sinergi ini adalah akselerasi pemerataan perpustakaan berstandar nasional di seluruh penjuru Bontang. Ia meyakini bahwa dengan bekerja bersama, program yang dicanangkan akan jauh lebih efisien dan memiliki dampak yang berkelanjutan.
“Sinergi dan kolaborasi menjadi kunci utama dalam mengatasi berbagai keterbatasan yang ada,” ujar Retno saat memberikan keterangan pada Selasa (6/5/2026) lalu.
Selain memperluas jaringan kerja sama, DPK Bontang juga fokus pada pembenahan aspek internal. Hal ini diwujudkan melalui pengadaan koleksi buku secara rutin setiap tahun.
“Tujuannya untuk memastikan ketersediaan bahan pustaka yang relevan bagi warga,” timpalnya.
Tak hanya itu, peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan intensif juga menjadi prioritas untuk menjamin pelayanan yang profesional.
Dengan terbukanya ruang publik dalam kegiatan literasi dan kearsipan, DPK Bontang optimistis mampu menjawab tantangan zaman dan memberikan layanan terbaik bagi seluruh lapisan masyarakat secara berkelanjutan.
“Keberhasilan dari program literasi terletak pada partisipasi aktif masyarakat,” imbuhnya.






