AksaraKaltim – Pemerintah Kota Bontang kembali menunjukkan taringnya dalam tata kelola kearsipan di tingkat regional. Melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang, daerah berjuluk Kota Taman ini didapuk menjadi pembicara dalam forum Sharing Session Lembaga Kearsipan Daerah (LKD) se-Kalimantan Timur yang digelar baru-baru ini.
Kehadiran DPK Bontang dalam forum tersebut bukan tanpa alasan. Bontang dinilai sukses mempertahankan tren positif dalam Nilai Hasil Pengawasan (NHP) kearsipan selama lima tahun berturut-turut. Capaian ini membuat Bontang dianggap sebagai kiblat bagi LKD lain di Kaltim.
Kepala DPK Kota Bontang, Retno Febriaryanti, memaparkan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari strategi komprehensif yang memadukan kebijakan ketat dan inovasi digital.
“Kami tidak hanya mengejar angka, tetapi ingin memberikan manfaat nyata melalui tata kelola arsip yang tertib dan akuntabel. Nilai kearsipan yang baik akan berkontribusi langsung pada peningkatan indeks Reformasi Birokrasi (RB),” ujar Retno di hadapan audiens perwakilan LKD se-Kaltim.

Dalam paparannya, Retno membeberkan sejumlah inovasi yang menjadi motor penggerak digitalisasi kearsipan untuk menunjang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Salah satu yang sangat menonjol adalah penerapan aplikasi SRIKANDI (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi). Aplikasi ini telah mantap diterapkan di seluruh Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kota Bontang. Dengan penerapan Aplikasi Srikandi ini yang sudah mantap ini, ANRI pernah mengganjar dengan penganugerahan Penerapan Aplikasi SRIKANDI terbaik I Kategori Kota di Wilayah Kearsipan I Nasional kepada Pemerintah Kota Bontang di tahun 2024
Data menunjukkan Nilai Hasil Pengawasan (NHP) Internal Bontang pada melonjak drastis selam lima tahun.
Namun, di balik sederet prestasi tersebut, Retno secara terbuka menyampaikan tantangan yang masih dihadapi, khususnya terkait optimalisasi Sumber Daya Manusia (SDM). Hingga kini, terdapat 61 tenaga arsiparis yang tersebar di berbagai instansi.
“Disamping keberhasilan, kami mencatat kendala pada arsiparis di 9 perangkat daerah yang belum memiliki SDM JF arsiparis. Sehingga, secara tidak langsung mempengaruhi kinerja pengelolaan kearsipan OPD tesebut,” sebutnya.
Keberhasilan kearsipan Bontang juga didukung oleh infrastruktur yang mumpuni. Gedung Depo Arsip Bontang kini telah dilengkapi dengan ruang transit, ruang pengolahan, hingga ruang alih media dan preservasi. Fasilitas ini menjamin keselamatan arsip statis sebagai memori kolektif bangsa yang bisa diakses secara berkelanjutan.
Dengan komitmen sinergi lintas sektor, Kota Bontang optimis dapat mewujudkan tata kelola pemerintahan yang amanah melalui sistem kearsipan yang modern, terintegrasi, dan menjadi inspirasi bagi daerah lain di Kalimantan Timur.






