AksaraKaltim — Bencana banjir kiriman dari wilayah hulu Sungai Mahakam dilaporkan kian meluas di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur. Kecamatan Long Iram menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah setelah menerima tumpahan air yang merambat turun ke wilayah hilir.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Barat, Yudianto Rihartono, mengonfirmasi bahwa banjir ini dipicu oleh hujan deras berintensitas tinggi di wilayah hulu. Kondisi tersebut menyebabkan Sungai Boh di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) meluap dan diperparah oleh penuhnya kapasitas sejumlah danau di Kubar.
“Luapan tersebut membuat banjir kini merendam empat kecamatan di Kubar, yakni Kecamatan Tering, Long Iram, Melak, dan Manor Bulatn. Airnya pelan-pelan merambat turun ke wilayah hilir,” terang Yudianto saat dikonfirmasi, Rabu (20/5/2026).
Berdasarkan data terkini dari BPBD Kubar, dampak terparah dari luapan Sungai Mahakam ini terkonsentrasi di dua kecamatan, yakni Tering dan Long Iram. Secara total, terdapat sedikitnya 9 kampung di kedua wilayah tersebut yang terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 30 sentimeter hingga 1 meter.
Khusus di Kecamatan Long Iram, luapan air dilaporkan terus merangkak naik dan mulai merendam sejumlah kampung secara signifikan. Akibatnya, aktivitas perekonomian warga setempat lumpuh total karena akses transportasi darat telah terputus.
“Hingga saat ini belum ada laporan warga (di Long Iram) yang mengungsi, mereka masih memilih bertahan di lantai dua rumah masing-masing. Akses darat sebagian besar sudah terputus total. Beruntung, sejauh ini tidak ada informasi mengenai korban jiwa,” imbuh Yudianto.
Untuk mengantisipasi air yang terus masuk ke dalam rumah, warga di kawasan terdampak mulai secara mandiri membangun dipan panggung atau bale-bale darurat di dalam kediaman mereka agar tetap bisa beristirahat.
Mengantisipasi situasi yang kian memburuk di hilir, termasuk di Kecamatan Long Iram, BPBD Kubar telah menetapkan status peringatan dini dan terus bersiaga di lapangan. Pihak BPBD memproyeksikan debit air masih akan terus merangkak naik dan berpotensi meluas ke kecamatan lain seperti Muara Pahu dan Penyinggahan.
“Status saat ini masih peringatan dini. Kemungkinan air akan terus naik sampai malam nanti atau besok. Kami sedang menunggu instruksi lanjutan dari pimpinan (Bupati) dan saat ini kami mulai menyiapkan perahu karet di titik pemukiman,” tegas Yudianto.
Warga di sepanjang bantaran sungai di Kecamatan Long Iram diimbau untuk tetap waspada terhadap kenaikan debit air yang dinilai berlangsung sangat cepat dalam tiga hari terakhir.





