DPK Bontang Perkuat Layanan Inklusif, Dinsos dan Pupuk Kaltim Survei Fasilitas PERSIA

DPK Bontang bersama Dinsos-PM dan TJSL Pupuk Kaltim melakukan survei layanan Perpustakaan Ramah Disabilitas dan Lansia (PERSIA), Rabu (7/5/2026).

AksaraKaltim – Upaya menghadirkan layanan perpustakaan yang ramah bagi seluruh lapisan masyarakat terus dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang.

Salah satunya melalui survei bersama Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Bontang serta program TJSL PT Pupuk Kalimantan Timur terhadap layanan Perpustakaan Ramah Disabilitas dan Lansia (PERSIA), Rabu (7/5/2026) lalu.

Kepala DPK Kota Bontang, Retno Febriaryanti, mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah awal dalam rencana peningkatan fasilitas dan pelayanan bagi penyandang disabilitas di lingkungan perpustakaan daerah.

Tim meninjau sejumlah sarana dan prasarana yang saat ini digunakan dalam layanan PERSIA guna melihat kebutuhan pengembangan aksesibilitas. Dalam rangka penguatan layanan inklusif yang menjadi bagian penting dari komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan publik yang setara bagi masyarakat.

“Perpustakaan harus menjadi ruang yang terbuka dan nyaman untuk semua kalangan, termasuk teman-teman penyandang disabilitas. Karena itu kami sangat mengapresiasi dukungan dari Dinas Sosial dan TJSL PT Pupuk Kaltim dalam rencana pengembangan layanan ini,” ujarnya.

Menurut Retno, keberadaan fasilitas yang aksesibel tidak hanya mendukung aktivitas membaca, tetapi juga memberikan kesempatan yang sama bagi masyarakat untuk memperoleh informasi dan meningkatkan literasi.

Ia menilai sinergi lintas sektor sangat dibutuhkan agar pengembangan layanan secara menyeluruh di DPK Bontang dapat berjalan maksimal dan berkelanjutan.

Selain itu, melalui pengembangan layanan PERSIA, DPK Bontang ingin memastikan perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai pusat literasi, tetapi juga menjadi ruang publik yang aman, ramah, dan mudah diakses seluruh masyarakat tanpa terkecuali.

“Kolaborasi ini menunjukkan adanya kepedulian bersama untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih adaptif dan berkeadilan. Harapannya, fasilitas yang nantinya dikembangkan benar-benar mampu menjawab kebutuhan penyandang disabilitas,” tambah Retno.